Seminar Nasional dalam rangka mukatamar Al Ittihadiyah 2016. Foto: Suara Islam

Al-Ittihadiyah Dorong Pemerintah Tingkatkan Kualitas Berbangsa dan Bernegara

[sc name="adsensepostbottom"]

Al-Ittihadiyah memberikan sumbangsih kepada pemerintah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara international.

Organisasi kemasyarakatan Islam Al Ittihadiyah menyelenggarakan muktamar ke-19 di Puri Avia, Bogor, Jawa Barat.

Muktamar selama dua hari, 28-29 November 2016 itu mengangkat tema “Menggalang Kebersamaan, Menyatukan Langkah dan Menghilangkan Perbedaan untuk Indonesia Maju dan Modern dalam Perspektif Rahmatan lil Alamin.”

Muktamar secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, pada Senin sore (28/11). Peserta muktamar sekitar 600 orang terdiri dari Pengurus DPP, Majelis Syuro, Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar, DPP Muslimat, DPW dan DPD se-Indonesia serta DPW Muslimat se-Indonesia.

Ketua Pelaksana Muktamar Al- Ittihadiyah, Lukmanul Hakim mengatakan, sebagai organisasi yang aktif dan istiqamah menjalankan dakwah di Indonesia yang dalam perannya membutuhkan para kader yang mampu meneruskan perjuangan dakwah di tanah air, Al Ittihadiyah merasa perlu menyelenggarakan muktamar sebagai bagian dari amanah organisasi sekaligus menyikapi perkembangan keumatan saat ini.

“Diharapkan muktamar ini menghasilkan pemimpin baru yang bisa membawa Al-Ittihadiyah sebagai organisasi yang maju, modern, profesional dan sekaligus memberikan sumbangsih kepada pemerintah dalam menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara di dunia internasional,” kata Lukman usai seminar  nasional  dalam rangkaian muktamar Al-Ittihadiyah ke 19 bertajuk “Sosok Kepimpinan Nasional”, di  Puri Avian, Bogor, Selasa (29/11).

Lukman berharap, muktamar ke-19 ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan sebagai arah organisasi untuk lima tahun mendatang.  “Muktamar ini, sekaligus memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Lukman yang juga sebagai Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Al Ittihadiyah didirikan pada 27 Januari 1935/21 Syawal 1352 H di Medan oleh KH Ahmad Dahlan. Lukman menegaskan, bahwa Al- Ittihadiyah berperan dalam menegakkan kemerdekaan NKRI, dan juga termasuk ormas Islam yang mendirikan MUI.

“Al-Ittihadiyah adalah termasuk sembilan ormas Islam yang menandatangi berdirinya MUI. Untuk itulah, Kami akan terus mengawal MUI sebagai payung umat Islam,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Al-Ittihadiyah.

Ketua Umum DPP Al-Ittihadiyah Martin Roestamy menyampaikan, bahwasannya Muktamar merupakan lembaga paling tinggi dalam sebuah organisasi Islam yang tingkatannya setara dengan kongres yang biasa diaplikasikan dalam organisasi umum lain. Sehingga Penguatan organisasi dan memperjelas arah tujuan dari visi misi Al-Ittihadiyah yang menjadi hasil akhir dari Muktamar ini dapat terwujud.

“Kader Al-Ittihadiyah adalah Kader terdepan dalam membela MUI dengan sekuat tenaga, namun, hal tersebut disampaikan dengan cara yang santun, bermartabat, dan tetap menjaga Kesatuan dan Persatuan NKRI yang memang seharusnya dipertahankan” tuturnya.

Martin menghimbau kepada  umat Muslim di Indonesia untuk bersatu melahirkan pemimpin yang Islami.

[bctt tweet=”Umat Muslim di Indonesia, berstaulah untuk lahirkan pemimpin yang Islami” username=”my_sharing”]

Al Ittihadiyah didirikan pada 27 Januari 1935/21 Syawal 1352 H di Medan oleh KH Ahmad Dahlan. Muktamar ke-19 diisi dengan berbagai kegiatan seperti tabligh akbar, istighatsah, seminar nasional, dan bakti sosial.

Hadir dalam seminar tersebut Ustad Bachtiar Nasir dan KH.Hasan Abdullah Sahal.