Al Ittihadiyah : Pemimpin Bangsa Harus Lahir dari Kaderisasi Umat

[sc name="adsensepostbottom"]

Umat Islam ibarat mendorong mobil mogok. Tapi ketika mobil itu maju, umat Islam ditinggalkan.

Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah, Lukmanul Hakim menyebutkan, Pada kesempatan ini, sejatinya Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Al  Ittihadiyah ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun karena beliau tugas ke India, kehadirannya tertunda. Informasi yang didapat akan disposisikan pengantinya.

“Saya sampaikan tidak perlu didisposisikan. Kenapa Mukernas ini harus dibuka Presiden? Saya hanya ingin katakan pada Indonesia dan pemimpin bangsa ini, Al Ittihadiyah itu ada dan tunggu kami di kepemimpinan nasional yang akan datang,” kata Lukman dalam sambutannya pada Mukernas DPP Ittihadiyah di Hotel Sahira, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/1).

Menurutnya,  Al Ittihadiyah ini bukan ormas wilayah. Boleh lahir di Sumatera Utara(Sumut), tapi ini  bukan miliknya Sumut. Al Ittihadiyah ini ormas nasional bahkan internasional yang usianya sudah 83 tahun. Inilah revilatisasinya bukti kalau kita ini ormas yang layak memimpin bangsa. Bukan objek atau tukang dorong mobil mogok,” tukasnya.

Pada Mukernas ini, kadernisasi dan dakwah adalah pilar kekuatan pembahasan. Menurut Lukman, kadernisasi ibarat jasad kita, dan tahun 2019 ini tokoh-tokoh negara dan pemimpin bangsa ini harus lahir dari kadernisasi umat.

Untuk mewujudkan itu,  kata Lukman, Al Ittihadiyah akan mengusulkan konvensi kepemimpinan umat yang calon-calonnya lahir dari kadernisasi ormas Islam,  manapun. Jadi siapapun tokoh-tokoh dari ormas akan dikonvensi sehingga bukan partai yang berperan tapi umat.

“Saya akan menantang ormas-ormas membuat konvensi kepemimpinan bangsa melalui konvensi umat.Tokoh yang paling kuat kita tantang bisa nggak dia jadi pemimpin yang mempersatukan umat dan bangsa,” kata Ketua MUI Bidang Ekonomi.

Sekarang ini, sebut Lukman, banyak sekali pemimpin yang lahir bukan dari kadernisasi umat alias pemimpin karbitan yang datang kepada umat dengan menggenakan peci berbaju putih seolah-olah sholeh, padahal mereka bukan dari kadernisasi umat.

“Kita ibarat mendorong mobil mogok sudah berulang umat diperlakukan seperti itu.Tapi ketika mobil itu maju, umat Islam ditinggalkan. Ini tidak boleh terjadi di  2019 dan tahun berikutnya,” tegas Lukman.

Al Ittihadiyah menurutnya, akan masuk ke peran kadernisasi umat tapi bukan politik praktis. Biarkan partai-partai politik itu yang bergumpal dalam politik praktis, tetapi ormas sepakat pemimpin bangsa ini harus lahir dari kadernisasi umat. Maka umat Islam akan menjadi kuat.