Allianz Life Syariah mencatat pendapatan premi bruto Rp 689,5 miliar atau meningkat 10,6 persen.

“Pendapatan premi bruto Allianz Life Syariah meningkat 10,6 persen dari Rp 623, 6 miliar di tahun sebelumnya,” kata Kiswati, dalam paparan kinerja keuangan Allianz Life Syariah 2014, di Jakarta, Rabu (17/6).
Menurutnya, produk unit syariah menjadi kontributor terbesar dalam pencapaian pendapatan premi broto dengan pendapatan sebesar Rp 641,2 miliar atau 93 persen dari total pendapatan premi bruto seluruhnya. Sementara itu, pendapatan premi dari bisnis baru mencapai Rp 226,4 miliar atau meningkat sebesar 32,6 persen dari Rp 170,8 miliar pada 2013.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Adapun jalur distribusi keagenan telah membuahkan hasil yang memuaskan dengan berkonstribusi sebanyak 84,4 persen atau sebesar Rp 581,8 dari seluruh total pendapatan premi bruto. “Pertumbuhan ini didukung oleh upaya kami untuk terus meningkatkan jumlah agen berlisensi syariah,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmennya, lanjut Kiswati, Allianz Syariah telah membayarkan klaim kepada nasabah sebesar Rp 61,1 miliar. Hal ini semakin terbukti bahwa keinginan masyarakat akan produk syariah terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan sejak awal berdiri pada 2006, lini bisnis Allianz Life Syariah telah menerbitkan lebih dari 163.000 polis di seluruh Indonesia. Dengan terus meningkatkan kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap produk syariah. “Allianz Life Syariah akan terus memberikan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” tegasnya.

