Pengurus BKsPPI periode 2017 - 2022. Foto: BKsPPI

Amar Maruf Nahi Munkar adalah Kewajiban Setiap Muslim

Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) mengeluarkan pernyataan sikap, terhadap fenomena pembubaran kegiatan tabligh akbar di berbagai daerah.

Surat pernyataan beredar di berbagai WhatsApp group (WAG). Ditandatangani oleh Ketua Umum, Prof. Dr. Kh. Didin Hafidhuddin, MS dan Sekretaris Umum Dr. Akhmad Alim, MA, bertanggal Rabu 8  November 2017.

Sehubungan dengan mulai munculnya fenomena penolakan, pembubaran, atau penghentian kegiatan Tabligh Akbar di beberapa daerah, maka dengan penuh keprihatinan yang mendalam, BKsPPI menyampaikan dengan sikap dan pernyataan sebagai berikut:

  1. Kegiatan Tabligh Akbar merupakan bagian dari kegiatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan kewajiban setiap Muslim di manapun mereka berada, apapun posisi maupun profesinya. Kegiatan dakwah seperti inilah yang akan menghasilkan kebaikan, kemaslahatan dan kebahagiaan bagi umat (al-falah). Hal ini sejalan dengan firman-Nya dalam Surat Ali Imran Ayat 104: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mecegah dari yang munkar; merekalah orang orang yang beruntung.”
  1. Dalam kegiatan dakwah ini tentu pada da’i akan melakukan kegiatan dakwahnya dengan penuh kearifan dan penuh kebijakan serta menyampaikan pesan – pesan dakwah yang membangkitkan semangat umat untuk melaksanakan ajaran agama dalam semua bidang kehidupan yang penuh ramat, kasih sayang, toleran (tasamuh), menghargai adanya perbedaan dalam wilayah furu’iyyah dan dakwah yang berisikan pesan kesatuan dan persatuan umat sebagai sesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai.
  1. Meminta kepada semua komponen umat untuk saling menghargai dan saling mendukung kegiatan dakwah ini, terutama kegiatan Tabligh Akbar, bukan sebaliknya menghalang halangi, menolak, atau bahkan berusaha membubarkannya. Kita semua adalah sesama saudara seagama dan seakidah Ahli Sunnah wal Jamaah, harus saling mencintai, menjaga bahkan saling membela dan saling menguatkan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat At-Taubah Ayat 71. “Dan orang orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan di beri rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
  1. BKsPPI menyeru dan mengajak semua pondok pesantren di Indonesia dan semua Ormas Islam serta seluruh komponen umat untuk menjadi pelopor dalam menjaga kesatuan dan persatuan umat dan bangsa. Hanya dengan kesatuan dan persatuan sajalah akan melahirkan kekuatan umat dan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.

Semoga Allah selalu menjaga kita semua dari berbagai fitnah dan musibah, di manapun kaum muslimin berada. Amin yaa Robbal alamin.

Demikian pernyataan sikap ini, semoga menjadi perhatian dari seluruh pihak.

Sebelumnya, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Garut menerbitkan surat penolakan pemberian rekomendasi bagi penyelenggaraan acara Tabligh Akbar pada Sabtu, (11/11). Surat itu resmi ditandatangani dan distempel Ketua DKM KH A Mimar Hidayatulloh dan Sekertaris DKM Edy Heryadi pada Selasa, (7/11). Penolakan ini sejalan dengan saran dari PCNU Garut kepada DKM dimaksud.

Dari surat yang diberikan ke DKM Masjid Agung pada Ahad (5/11), penolakan muncul karena tausiyah yang diberikan kedua ulama itu dianggap tak menyejukan dan berpotensi melukai perasaan sebagian warga Indonesia. Lokasi tabligh pun dikabarkan akan dipindah ke alun-alun Garut.

Amar ma’ruf nahi munkar kewajiban setiap Muslim Click To Tweet

More Stories
BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering Apresiasi Nasabah Milenial