Amazing Muharram adalah event mulai membawa Indonesia Cinta Quran. Amazing Muharram bertekad untuk membebaskan 10 ribu Muslimah buta aksara Alquran di Indonesia.

Amazing Muharram merupakan event inspiratif yang memadukan training, teatrikal, dokusinema, dan entertainment. Untuk tahun 2015 ini, tema yang diusung adalah Hijrah to Sharia Lifestyle.
Menurut Inisiator program Amazing Muharram, Fatin Karim, Hijrah to Sharia Lifestyle merupakan tema yang lepas dari fenomena saat ini, dimana semakin banyak masyarakat yang telah menerapkan Islam sebagai syariah lifestyle. Wanita-wanita banyak berhijab, perbankan mulai menerapkan sistem perbankan syariah dan lainnya. Ini menandakan ada gelora besar untuk kembali ke syariah.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
“Kegiatan ini untuk menginsipirasi Indonesia agar berhijrah menuju negeri cinta Alquran, Indonesia cinta Alquran. Ini penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun, masih sebagian kecil yang mengenal dan bisa membaca Alquran,” kata Fatin.
Selain Amazing Muharram,Cinta Quran juga memiliki program Amazing Muslimah yaitu program untuk membebaskan 10 ribu Muslimah buta aksara Alquran di Indonesia.Menurut Fatin, saat ini program Amazing Muslimah sudah berjalan dan telah membebaskan 5.000 Muslimah buta aksara di 10 kota. Di antaranya Makassar, Medan Aceh, Bandung, Jabodetabek dan Surabaya. “Masih ada 5.000 Muslimah lagi agar tercapai target 10 ribu Muslimah,”ujarnya.
Fatin menyakin, program Muslimah bebas buta aksara Alquran akan berhasil dengan metode super cepat dan super mudah yang dikembangkan oleh Cinta Quran. Bagi mereka yang belum bisa membaca Alquran bisa belajar dengan metode tahrir. Sementara yang sudah bisa baca Alquran bisa mengembangkannya dengan metode tikror untuk menerjemahkan Alquran.
“Alhamdulilah, metode ini sudah mencetak 10 ribu alumni penghafal Alquran. Kami bertekad membawa Indonesia Cinta Quran,” pungkasnya.

