angka nol
Ilustrasi angka nol. Foto: Istimewa

Angka Nol, Sains, dan Ilmuwan Muslim

[sc name="adsensepostbottom"]

Istilah Aljabar atau Algebra pun diambil dari bukunya yang terkenal, Al-Jabr wa-al-Muqabilah. Aritmetika yang dibangun Khawarizmi mensintesakan aritmetika Mesir

Al khawarizmi, imuwan muslim
Patung Al Khawrismi di depan Fakultas Matematika Universitas Tekhnologi Amrikabir, Teheran, Iran. Foto: Muslimheritage.com

kuno, Yunani, dan pengetahuan bangsa Hindu. Hal ini mencerminkan pentingnya matematika dan sains di kalangan ilmuwan Muslim saat itu.

Haroon Cambel, seorang kolumnis di http://onislam.net. mengisahkan, dalam diskusinya dengan salah satu ilmuwan Muslim kontemporer, Dr. Syed Imtiaz Ahmad dari Pakistan. Dr. Syed Imtiaz Ahmad, adalah seorang Pedikiatris dan Neonatologis, pada the National Institute Of Child Health (N.I.C.H), Karachi, Pakistan.

Kisah Haroon, ketika dirinya bertanya kepada Ahmad, apa yang diperlukan untuk membangkitkan kembali semangat seperti itu, Ahmad menjawab, “Muslim saat ini harus mampu menengok kembali apa yang terjadi pada masa kejayaan Muslim tersebut, pencarian akan pengetahuan, menggali sumber pengetahuan dan bagaimana pengetahuan memberi arahan dan kontribusi kepada peradaban.”

Ahmad menilai, pada masanya sains dan ilmu pengetahuan bergelora di dunia Islam, kaum Muslim terinspirasi oleh semangat ke-Islaman untuk mencari ilmu pengetahuan, seringkali didukung oleh sumberdaya yang mencukupi di negeri-negeri Muslim. Baca juga: Ilmu KeIslaman: “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”

Dua hal ini yang, oleh Ahmad diharapkan terjadi lagi, “Aktivitas intensif di bidang sains dan teknologi yang didukung oleh sumberdaya baik alam maupun manusianya, meskipun seringkali hal ini tidak dipahami oleh mereka yang berkuasa di negara Muslim,” kata Ahmad.