Anies Sampaikan Pesan Warga Bukit Duri di Paripurna

[sc name="adsensepostbottom"]

Selendang ibu Saidah itu mengingat amanah untuk memajukan Jakarta dan semua insan didalamnya.

Suasana sidang paripurna pembacaan rancangan APBD 2018 di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (15/11) begitu mengharukan. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan kenangan di masa kampanye. Yakni, kata Anies, pada  9 Januari 2017 lalu, saat dirinya berkungkung ke Bukit Duri. Di sana, di antara puing-puing gusuran rumah, seorang ibu yang rumahnya telah rata dengan tanah. Ibu Saidah namanya, usia sekitar 50 tahun, datang dengan menggendong seorang anak.

Ibu Saidah, kata Anies, melepaskan.kain selendang penggendongnya dan mengalungkan selendang batik itu kepada dirinya. Ibu Saidah  mengatakan sebuah pesan kepada Anies.  “Pak Anies, selendang ini yang saya pakai untuk menggendong anak saya. Nanti saat Bapak menjabat, Bapak gendong anak-anak di Jakarta. Kami titipkan anak-anak kami. Pak,” ungkap Anies menirukan pesan Ibu Saidah.

Menurut Anies, selendang itu adalah selendang terberat yang pernah terkalungngkan di lehernya. Bagi Anies, kain itu sebagai pengingat amanah. “Saudara-saudara semua sebagai anggota DPRD yang berkeliling, bertemu dengan seluruh lapisan warga Jakarta, pasti sering kali dititipkan amanah yang sama oleh warga,” ujar Anies.

Ayah empat anak ini mengatakan, itu merupakan amanah bagi seluruh pemimpin dan pengelola kota Jakarta. Anies pun mengajak semua anggota dewan yang hadir untuk menggendong anak-anak Jakarta seperti menggendong anak sendiri. Mantan Rektor Paramadina ini juga mengajak mereka untuk memajukan Jakarta dan semua insan di dalamnya.

Pada kesempatan itu juga, dia mengingatkan semua yang dilakukan para pemimpin akan menjadi sorotan  dan perhatian publik. “Apabila di ibu kota negara ini, para pemimpim bisa mewujudkan janji-janji yang telah diikrarkan sebagai bangsa. Maka, Indonesia telah siap menyongsong masa depan dengan penuh optimisme dan keyakinan,” tegas Anies. .