anjum hotel

Anjum Hotel Targetkan 30-35 Persen Tamu Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]

Tahun lalu jumlah jamaah umrah asal Indonesia tercatat mencapai 600 ribu orang. Anjum Hotel yang berbasis di Arab Saudi pun menargetkan dapat meraup jumlah tamu asal Indonesia antara 30-35 persen.

anjum hotelChief Executive Officer Abdul Latif Jameel Real Estate Investment (ALJREIC), Claude Chesnais, menilaijamaah asal Indonesia sebagai tamu yang penting. Ia pun menargetkan 30-35 persen tamu Indonesia atau mungkin lebih itu dapat menginap di Anjum Hotel. “Tamu asal Indonesia sangat sopan, berperilaku baik, dan sangat terorganisasi. Kami suka mereka,” imbuh Chesnais, disela-sela 6th Hajj, Umrah and International Tourism Fair, Rabu (3/12).

Salah satu layanan bagi jamaah Indonesia adalah dengan menyediakan makanan Indonesia di hotel. Anjum Hotel memiliki 34 staf dari Indonesia, dimana diantaranya adalah 12 koki di dapur yang memasak makanan Indonesia. “Restoran kami mampu menampung 3500 orang dan ada 10 buffet berbeda. Kami bisa saja membatasi 2-3 buffet untuk makanan Indonesia, jadi kami sangat fleksibel,” papar Chesnais. Baca: Anjum Hotel Buka Kerjasama Dengan Perusahaan Indonesia

Menurutnya, Anjum Hotel memberikan harga kompetitif dengan lokasi bagus berkualitas. Hotel ini dilengkapi dengan 26 lift yang mampu menampung 16 tamu per unit. Tamu pun hanya perlu menunggu lift 1-1,5 menit. “Ini unique selling point kami, jadi Anjum Hotel memberikan good food, good price, good location and good quality,” tukas Chesnais.

Ke depannya, lanjut dia, ALJREIC berencana memperluas ekspansi ke kota-kota lainnya di Arab Saudi seperti Jeddah atau Madinah. Namun, ia belum dapat mengungkapkan kapan waktu realisasinya. Saat ini pihaknya masih fokus di Mekkah, baru berkembang ke wilayah lainnya dan mengukuhkan diri sebagai brand Arab Saudi. Baca Juga: Alternatif Pembiayaan Bagi Industri Halal

“Jika ada peluang di Madinah kami akan buka tapi belum tahu kapan, baru ada niat untuk itu dan belum ada target tertentu realisasinya. Sekarang kami fokus di Mekkah lalu ke seluruh Arab Saudi. Saat ini kami memang belum punya rencana pasti karena belum tandatangani kontrak apapun,” pungkas Chesnais.