Bank Muamalat
Pemaparan Kinerja Bank Muamalat, Selasa (22/4). (ki-ka: Direktur Keuangan, Hendiarto; Direktur Korporat, Luluk Mahfudah; Direktur Utama, Arviyan Arifin; Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Andi Buchari; Direktur Retail Banking, Adrian A Gunadi.

Aset Bank Muamalat Tumbuh 21,9 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Muamalat mencatat pertumbuhan aset di atas industri perbankan nasional pada tahun buku 2013. Pada tahun lalu aset Bank Muamalat tumbuh 21,94 persen atau menjadi Rp 54,7 triliun, sementara rata-rata industri perbankan Indonesia tumbuh 16 persen.

Bank Muamalat
Pemaparan Kinerja Bank Muamalat, Selasa (22/4). (ki-ka: Direktur Keuangan, Hendiarto; Direktur Korporat, Luluk Mahfudah; Direktur Utama, Arviyan Arifin; Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Andi Buchari; Direktur Retail Banking, Adrian A Gunadi.

Kepala Divisi Financing dan Accounting Support Bank Muamalat, Andri Donny, mengatakan seiring dengan pertumbuhan tersebut juga menunjang pangsa pasar Bank Muamalat terhadap bank syariah yang kini mencapai 23,5 persen. “Secara rata-rata dalam lima tahun terakhir Bank Muamalat tumbuh 35,9 persen,” kata Andri dalam pemaparan kinerja Bank Muamalat 2013 di Hotel Intercontinental, Selasa (22/4). Aset tumbuh dari Rp 16 triliun pada 2009 menjadi Rp 54,7 triliun di tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut tak terlepas dari transformasi bisnis perusahaan dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada 2013 Bank Muamalat mulai melakukan pilot project usaha mikro, lalu beberapa tahun sebelumnya memfokuskan penghimpunan dana pihak ketiga pada tabungan dan giro (dana murah), melakukan repackaging/rebranding sejumlah produk dan layanan, serta mengembangkan fitur electronic channel.

Di tahun 2009-2010 Bank Muamalat memperkuat bisnis internasional diantaranya trade finance dan remittance dengan mendedikasikan divisi khusus yaitu international banking and financial institution, memperbesar portofolio surat berharga, membentuk satuan kerja portofolio investasi, dan membentuk unit khusus untuk menangani bisnis akiansi yang diharapkan dapat menjadi jembatan untuk BUMN, perusahaan asuransi, perusahaan investasi dan lainnya, serta revitalisasi jaringan kantor. Di tahun 2011 diantaranya Bank Muamalat mendirikan divisi consumer banking, mengembangkan financing originating system untuk pembiayaan konsumer dan core banking, implementasi sales tracking system, memperkuat jaringan elektronik, memperkenalkan layanan mobile banking dan terus menambah jumlah ATM.

Sementara pada 2012-2013 Bank Muamalat mendorong skema funding jangka panjang, membentuk unit cash management, memperkuat aliansi bisnis dengan Allianz dan Garuda Indonesia, meluncurkan produk baru dan pembiayaan mikro, membuka Muamalat Consumer Center di enam wilayah yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Lampung dan Banjarmasi, membuka 53 unit layanan mobile branch dan memperkaya fitur pembayaran di ATM. Sampai dengan Desember 2013 jaringan Bank Muamalat telah mencapai 456 cabang dan 1483 ATM