Aset BNI Syariah Tumbuh di Atas 30%

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah tetap membukukan kinerja bisnis yang cukup menjanjikan selama triwulan ketiga tahun 2014 ini, meski terdapat agenda besar politik yang berpotensi menurunkan pertumbuhan industri perbankan nasional, yaitu Pemilu Presiden. Seperti apakah pertumbuhan kinerja bisnis bank syariah ini? Dan di segmen bisnis manakah yang paling bagus pertumbuhannya?

bnisyariahBNI Syariah memaparkan hasil kinerja triwulan ketiga tahun 2014 pada hari ini Senin (27/9/14) di Kantor Pusat BNI Syariah, Kuningan, Jakarta, yang dihadiri Presiden Direktur – Dinno Indiano, Direktur Bisnis – Imam Teguh Saptono, Direktur Operasional – Junaidi Hisom.

“Alhamdulillah, di triwulan ketiga, beberapa indikator berjalan sesuai rencana, profitabilitas tercapai sebesar Rp. 103,93 M atau naik sebesar 19,93% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 86,66 M,” ujar Dinno Indiano.

Dinno memaparkan lebih lanjut, “Meskipun Indonesia sedang dilanda hiruk pikuk Pemilu Presiden, namun kami bersyukur kinerja BNI Syariah pada triwulan ketiga lalu berjalan baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 31,48% dari tahun sebelumnya dengan posisi total aset per September 2014 sebesar RTp 18,48 T. Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,30% dan pertumbuhan DPK sebesar 36,24% dari tahun sebelumnya,” papar Dinno.

Dinno lalu melanjutkan, ”Pembiayaan kami mampu tumbuh sebesar 33,30%, dari Rp. 10.563.157 pada September 2013, menjadi Rp. 14.080.141 pada September 2014 lalu.” Dari total pembiayaan sebesar Rp 14,08 Trilyun sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif cabang 52,68% disusul oleh pembiayaan komersial/produktif cabang 22,26%, pembiayaan komersial 14,93%, pembiayaan mikro 7,27% dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,87%. Untuk pembiayaan konsumtif cabang tersebut sebagian besar merupakan pembiayaan Griya iB Hasanah sebesar 83,18%.

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan DPK meningkat sebesar 36,24% dari Rp 10.960.595 menjadi Rp. 14.932.565tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp 3,97 T. Dengan pertumbuhan Giro 28,25%, Tabungan 18,42%, dan Deposito 54,75%. Dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 48,06%. “Angka tersebut, termasuk tambahan sebesar Rp 2.8 trilyun dari dana haji yang masuk,” tambah Dunno.

Sementara itu, untuk laba bersih BNI Syariah, menurut Dinno, terdapat kenaikan sebesar 19,93%, yaitu dari angka sebesar Rp. 86,657 miliar di September 2013 menjadi Rp. 103,931 miliar di September 2014.

Pencapaian kinerja bisnis tersebut diatas masih tetap memperhatikan perbaikan kualitas pembiayaan dimana NPF gross turun menjadi 1,99% dari tahun sebelumnya 2,06%.

Sementara itu, jumlah outlet BNI Syariah sendiri pada September 2014 tercatat sebanyak 292 outlet, naik dari tahun sebelumnya yang masih sejumlah 282 outlet.