Inggris menjadi negara Barat terdepan yang mengembangkan industri keuangan syariah.

Chief Executive Officer TheCityUK Chris Cummings, mengatakan industri keuangan syariah global merupakan sistem keuangan yang dinamis dan potensial. Saat ini aset keuangan syariah baru satu persen dari total aset keuangan global, padahal satu dari lima penduduk dunia adalah muslim.
“Sebagai negara Barat yang terdepan untuk keuangan syariah, Inggris menjadi kunci pengembangan industri ini di Eropa dan berada di posisi tepat untuk mengembangkan bisnis keuangan syariah di masa mendatang,” ujar Cummings, dilansir dari CPI Financial, Selasa (3/11). Baca: Inggris Dukung Keuangan Syariah Nigeria
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah dalam 10 tahun terakhir juga turut mendorong posisi Inggris sebagai pusat keuangan syariah. Agar Inggris dapat mempertahankan posisi tersebut dan menjadi pemain utama dalam membuat standar keuangan syariah internasional, maka pentng bagi pemerintah, regulator dan pelaku industri untuk bekerjasama.
“Penerbitan sukuk negara dan inisiatif pemerintah lainnya untuk menciptakan level yang sama bagi lembaga keuangan syariah dan nasabahnya sangat penting. Ini yang membuat Inggris menjadi pusat keuangan internasional terdepan,” kata Cummings. Di negara itu kini juga ada sekira 70 institusi pendidikan yang menawarkan program keuangan syariah, baik di level S1 maupun S2. Baca: Mengintip Kurikulum Ekonomi Syariah di Inggris
Aset keuangan syariah global mencapai 2 triliun dolar AS pada 2014, naik 12 persen dari tahun sebelumnya. Raihan tersebut juga naik tiga kali lipat sejak perlambatan ekonomi pada 2007. TheCityUK pun memproyeksikan aset keuangan syariah global akan mencapai 3 triliun dolar AS pada 2018 yang dimotori oleh meningkatnya permintaan domestik di emerging market.

