Aspirasi Aksi 212, Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat Menuntut Janji DPR

Apakah janji mereka hanya sebagai janji politik dan bualan untuk meredam tuntutan mahasiswa?

Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat menyampaikan sikap dan menuntut janji DPR RI terkait aspirasi aksi 212 jilid II yang telah diterima Komisi III DPR, pada Rabu (21/2) lalu. Ada tiga aspirasi yang disampaikan, yaitu pertama, permintaan penonaktifan saudara Ahok sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Kedua, penegakan hukum atas penistaan agama. Ketiga, yaitu agar menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, dan keempat, hentikan penangkapan  terhadap mahasiswa.

Ketika itu, Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat bersama ulama dan tokoh umat Islam menggelar aksi 212 di depan Gedung DPR, dan diterima oleh Ketua Komisi III DPR Bambang Soelistyo dan Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan dan Murfachrie Harapan, beserta anggotanya.

“Didepan para demosntran, Bambang Soelistyo menyampaikan,  bahwa Komisi III DPR akan menindak lanjuti sikap dan tuntutan mahasiswa segenap mungkin,” demikian dikatakan Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat  dalam rilisnya  yang diterima MySharing, Kamis (23/2).

Berikut penyataan sikap Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat :

  1. Tuntutan dan sikap mahasiswa pada Aksi 212 memberikan batas waktu untuk kerja konstitusional kepada wakil rakyat yakni untuk menjalankan tugas-tugas mereka. Tetapi mahasiswa secara serius membuka mata mengawasi kerja para politisi dalam janji-janjinya. ”Apakah janji mereka hanya sebagai janji politik dan bualan yang membohongi untuk merendam tuntutan mahasiswa?”.
  2. Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat kecewa dengan kompromistik aksi parlemen jalanan mahasiswa dengan para wakil rakyat yang cenderung memanipulasi gerakan mahasiswa dengan retorika kosong tanpa bukti nyata para wakil rakyat.
  3. Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat juga kecewa dengan mekanisme aksi yang sangat kompromistik dimana jalannya aksi 212 Jilid II juga tidak akomodatif terhadap aspirasi mahasiswa. Bahkan cendereung memanipulasi gerakan mahasiswa karena beberapa perencanaan aksi yang diserahkan tidak sesuai dengan perencanaan aksi semula.
  4. Berkenaan dengan hal tersebut diatas, maka dengan ini Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat akan kembali mengkonsolidasi fokus pada isu-isu kebangsaan dan nasionalisme sesuai dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jika mahasiwa bersatu tidak bisa dikalahkan.

Pernyataan sikap tersebut terhimpun dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, diantaranya  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Hikmah, Univeritas Islam Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pamulang, Universitas Muhammadiyah Prof. Buya Hamka, Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta, Presiden BEM PTM ZONA III, Universita Ibnu Choldun, Universitas Bung Karno, Universitas Islam Negeri Yogyakarta,  dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM.