asuransi syariah global

Asuransi Syariah Global Tumbuh 14 Persen

[sc name="adsensepostbottom"]

Industri asuransi syariah global meneruskan tren pertumbuhan dua digit di tahun lalu. Tren tersebut pun diproyeksikan akan berlanjut dalam tiga tahun ke depan.

asuransi syariah globalDalam laporan Global Takaful Insights 2014: Market Updates yang diterbitkan lembaga jasa Ernst & Young, sektor asuransi syariah global diperkirakan tumbuh 14 persen pada 2014. Nilainya akan melebihi 20 miliar dolar pada 2017, dari 12,3 miliar dolar pada 2013. Kendati proyeksi tersebut terlihat optimis, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi.

Country Managing Director Ernst & Young Malaysia, Rauf Rashid, mengatakan performa asuransi syariah berbeda-beda di setiap negara. Untuk mencapai skala pasar dan memperoleh keuntungan, operator asuransi syariah harus memperhatikan transformasi struktural terkait risiko, harga, dan efisiensi biaya. “Berbedanya peraturan di setiap negara juga berdampak pada pertumbuhan industri dan keuntungan asuransi syariah global,” kata Rauf, dilansir dari Islamic Finance News, Kamis (11/9).

Performa asuransi syariah yang berbeda-beda di setiap negara dapat dilihat di kawasan Timur Tengah. Secara total kontribusi bruto di wilayah itu diperkirakan mencapai 8,9 miliar dolar tahun ini, tumbuh dari pencapaian tahun lalu yang sebesar 7,9 miliar dolar. Industri asuransi syariah kawasan Teluk tumbuh 12 persen, sedangkan Arab Saudi tumbuh 11,7 persen.

Namun begitu, Arab Saudi masih mendominasi pangsa pasar asuransi syariah global sebesar 48 persen, sedangkan pasar Teluk (Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab) tercatat 15 persen. Sementara, dalam konteks kawasan Teluk, mayoritas pasar dipegang Arab Saudi dengan pangsa 77 persen. Diikuti oleh Uni Emirat Arab sebesar 15 persen dan negara-negara Teluk lainnya sebesar 8 persen.

Global Takaful Insights mencatat keuntungan operator asuransi syariah di negara-negara lainnya di kawasan Teluk sangat dipengaruhi oleh persaingan yang ketat. Sejumlah operator asuransi syariah di sana pun mencari alternatif segmen nasabah dan bahkan membuka kemungkinan opsi merger. Para pelaku industri asuransi syariah pun menilai kurangnya keseragaman peraturan yang memungkinkan perusahaan asuransi syariah Teluk untuk mengoperasikan model asuransi syariah yang berbeda menghambat pertumbuhan industri.

Perusahaan asuransi syariah Arab Saudi juga menghadapi tantangan seiring dengan berubahnya aturan yang menetapkan rasio cadangan yang lebih tinggi dan adopsi pricing aktuaria. Hal tersebut mau tak mau mempengaruhi performa keuangan segmen asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kesehatan.

Asuransi Syariah di Asia Tenggara

Sementara, di kawasan Asia Tenggara pasar asuransi syariah masih didominasi oleh Malaysia dan Indonesia. Pangsa pasar kontribusi bruto terbesar dipegang Malaysia dengan 71 persen, diikuti oleh Indonesia sebesar 23 persen, dan enam persen lainnya negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dengan dukungan Indonesia dan Malaysia yang mencatat pertumbuhan produk domestik bruto yang cukup kuat, yaitu sekitar 5 persen dan reformasi peraturan bagi industri asuransi syariah di dua negara tersebut, maka industri tersebut pun diperkirakan akan terus menguat. Rata-rata pertumbuhan industri asuransi syariah kawasan Asia Tenggara sebesar 22 persen, dan berkontribusi sekitar sepertiga kontribusi bruto global. Di tahun ini pasar asuransi syariah Asia Tenggara diperkirakan mencapai 4,2 miliar dolar AS, naik dari tahun lalu yang sebesar 3,5 miliar dolar AS.

Walau tantangan yang dihadapi setiap perusahaan asuransi syariah berbeda-beda, industri ini masih punya iklim kompetitif, serta peluang pasar yang kuat, dengan didukung oleh reformasi peraturan yang dilakukan secara terus menerus. Pertumbuhan solid dari sektor perbankan syariah yang kian meningkat juga dinilai dapat membantu mewujudkan terciptanya ekosistem asuransi syariah yang berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka industri asuransi syariah harus tertata dengan baik.

Rauf menuturkan dengan membentuk suatu perusahaan asuransi syariah terdepan di kawasan regional akan dapat memberikan dorongan terhadap industri asuransi syariah. “Dengan memiliki asuransi syariah berskala regional champion, apakah itu di kawasan Teluk atau Asia Tenggara, menjadi harapan kami untuk industri asuransi syariah global,” pungkas Rauf.