Asuransi syariah mulai berkembang di Turki seiring dengan rencana bertambahnya bank syariah di negara itu.

Namun, pertumbuhan industri perbankan syariah yang semakin pesat akhir-akhir ini disinyalir akan turut mendorong pasar asuransi syariah. Aset empat bank syariah eksisting yaitu Asya Bank, Turkiye Finans, Albaraka Turk dan Kuveyt Turk, tumbuh pesat sejak 2005. Pangsa pasarnya kini mencapai lima persen dari total aset 811 miliar dolar milik bank konvensional. Baca: Industri Bank Syariah Mengalami Booming di Turki
Dalam Global Takaful Insight 2014 yang dirilis oleh Ernst & Young menyebutkan Turki sebagai pasar baru bagi industri asuransi syariah. Rencana pemerintah Turki yang akan mendiirkan bank syariah BUMN sebagai anak usaha dari tiga bank BUMN, yaitu Ziraat Bank, Halkbank, dan Vakifbank pada akhir 2015 akan membawa sektor keuangan syariah semakin mendalam. Langkah tersebut pun dinilai akan memperluas basis produk keuangan syariah, termasuk diantaranya produk asuransi syariah.
Sebagaimana dilansir dari oxford business, Selasa (23/12), pemerintah Turki berniat meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah tiga kali lipat pada 2023. Dengan rencana pemerintah mendirikan bank BUMN syariah serta kemungkinan hadirnya pelaku bank syariah baru di sana, maka dinilai akan mendukung pula pertumbuhan industri asuransi syariah secara bertahap.
Kendati Turki punya potensi pasar asuransi syariah yang besar, Ernst & Young menyarankan agar sejumlah kendala diatasi terlebih dulu seperti terbatasnya infrastruktur legal bagi keuangan syariah. Tantangan lainnya bagi pasar asuransi syariah Turki adalah pasarnya yang masih terfragmentasi karena kurangnya daya beli, serta persaingan ketat antara perusahaan asuransi bagi kelas menengah bawah. Baca Juga: Asuransi Syariah Global Tumbuh 14 Persen
Dalam survei yang dilakukan oleh General Council for Islamic Banks and Financial Institutions dan Thomson Reuters sekitar 38 persen responden di Turki menyatakan tertarik menggunakan jasa bank syariah., sedangkan sekitar 10 persen menyatakan akan tertarik. Walau angkanya masih kecil, hal itu tetap mengindikasikan potensi pasar potensial bagi perusahaan asuransi syariah.

