Asuransi Takaful Keluarga Ubah Strategi Saluran Distribusi

[sc name="adsensepostbottom"]

Kondisi ekonomi yang melambat membuat pelaku asuransi syariah turut mengubah strateginya.

takaful keluarga
Dirut Asuransi Takaful Keluarga – Ronny Iskandar

Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga (ATK) Ronny A Iskandar, mengatakan pihaknya memiliki tiga saluran distribusi, yaitu agensi, bancassurance dan corporate business. Bisnis dari agensi tumbuh lebih baik dari tahun lalu, baik bisnis baru maupun renewal. Namun, tidak demikian dengan bancassurance dan corporate business.

“Kami punya saluran distribusi bancassurance dimana produknya tergantung dari performa perbankan. Perbankan melambat, dampak ke asuransi syariah juga melambat. Dari bisnis korporat itu kita juga kena imbas dari berlakunya BPJS Kesehatan,” kata Ronny kepada mysharing di sela-sela Karim Business Consulting Award, Senin malam (7/9).

Oleh karena itu, lanjutnya, ATK pun mengubah strategi. Untuk corporate business, pihaknya beralih pada nasabah di level manager ke atas. “BPJS kan suatu hal yang wajib, jadi kami mengubah strategi mau tidak mau bagaimana kami pasarkan produk sebagai add on benefit (benefit tambahan),” jelas Ronny. Baca: Asuransi untuk Muslimah

Sementara, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah yang melambat juga turut berdampak pada bancassurance ATK yang turun hampir 16 persen. “Karena bank tidak mengeluarkan pembiayaan, kami juga tidak dapat premi untuk asuransi jiwa pembiayaan. Bundling produk juga ada beberapa yang menutup prouduknya,” tukasnya. Baca: Edukasi Asuransi Mikro Syariah Gaet BMT

Pertumbuhan premi sejauh ini pun belum sesuai harapan ATK. Ronny mengungkapkan di awal tahun pihaknya mengasumsikan pertumbuhan sekira 20 persen. “Secara keseluruhan premi tumbuh cuma sekitar 7-8 persen. Itu jauh dibanding rencana kami karena tidak bisa dipungkiri dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini daya beli masyarakat juga menurun dan korporasi memang juga sedang mengencangkan ikat pinggang jadi juga dampaknya ke kami,” pungkas Ronny.