Utamanya memberikan air untuk kebutuhan rumah tangga karena dampak kekeringan.
Direktur BAZNAS Arifin Purwakananta mengatakan, pemerintah memprediksi hingga Oktober 2017, sebagian wilayah Indonesia akan dilanda kekeringan. Oleh karena itu, BAZNAS melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) akan terjun di seluruh titik untuk memberi bantuan air, utamanya air untuk kebutuhan rumah tangga. Sejauh ini, bantuan air disalurkan di Jawa dan Nusa Tenggara.
BAZNAS Daerah juga menerjunkan unit yang sama untuk membantu menyalurkan air di wilayah yang terkena dampak kekeringan. BTB sendiri merupakan satu unit yang menangani bencana dan iklim. “Ini selaras juga dengan salah satu poin dari 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) soal dampak perubahan iklim,” kata Arifin.
Arifin menjelaskan, BAZNAS Pusat mengalokasikan 10 persen dari zakat untuk penangulangi bencana seperti ini. Untuk tahun ini, besaran alokasi kebencanaan sekitar Rp 20 miliar. Karena BAZNAS daerah juga melakukan yang sama, agar dana bantuan kebencanaan ini lebih besar. Selain itu, ada juga ada infak khusus kebencanaan yang memang digunakan untuk penangganan bencana seperti ini.
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
”Alokasi spesifik untuk bantuan air sendiri belum dihitung karena bantuan sedang berlangsung. Tali alokasi untuk kebencanaan sebesar 10 persen dari dana yang terkumpul,” ungkapnya.
Pasca Oktober, BAZNAS masih akan terus memantau kondisi, sebab bencana sendiri adalah siklus. Setelah kekeringan masuk ke musim hujan ada ancaman bencana lain di sana. Sehingga BAZNAS akan terus memantau perkembangan kondisi diseluruh daerah di Indonesia.

