Awas Bahaya Utang Menumpuk !

[sc name="adsensepostbottom"]

Berapapun usia Anda, kebiasaan berutang untuk membeli barang membuat utang menumpuk membebani kita. Ini hasil riset globalnya.

utangmenumpukApapun pengeluarannya, membayar uang kuliah, mencicil kendaraan atau rumah, utang menumpuk menjadi kian tidak terhindarkan bagi kita saat ini. Seringkali ini terjadi bukan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan untuk memiliki harta benda atau jasa yang kita idamkan.

Dari Nielsen Newswire, Kamis (7/1), riset terakhir oleh Nielsen secara global menemukan, satu dari tiga responden berkategori Generasi Z (32%) dan Millenial (34%) mengaku mereka telat berkesadaran untuk menabung.

Sekitar setengahnya butuh konsultansi terkait strategi menabung dan berinvestasi yang tepat. Mereka kurang yakin dengan strategi yang sekarang mereka terapkan.

Konsumen yang lebih tua butuh konsultansi juga. Setengah dari responden berkategori Generation X, dan sekitar empat dari sepuluh responden berkategori Baby Boomers (41%) dan Silent Generation (38%) telah lama menabung, namun mereka tidak begitu yakin dengan masa depan keuangan mereka.

Dan, hanya satu dari tiga dari para Baby Boomers dan Silent Generation ini yang tidak menabung untuk masa depannya.

Lebih dari Generation X (58%) dan Baby Boomer (55%), juga empat dari sepuluh Millennial dan Silent Generation (44%) mengatakan, mereka dalam keadaaan berutang. Mereka pun khawatir dengan utang menumpuk, bagaimana mereka dapat mengembalikan uang yang mereka pinjam.

[bctt tweet=”Berapapun usia Anda, utang menumpuk mengintai, waspadalah!”]

Apakah mereka boros? Tiap generasi berbeda gaya dalam hal pembelanjaannya. Namun, setengah dari responden di empat generasi itu mengatakan, utang memotivasi mereka untuk lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Semakin tua, dan kemungkinan kian dekat dengan masa pensiun, kita makin serius untuk mengurangi utang. Generasi Baby Boomers yang terlihat lebih hati-hati dengan pembelanjaan dan utang. Intinya, mereka berupaya menghindari utang menumpuk, ingin utang mereka tetap kecil.

Sebaliknya, responden berkategori Millennial, melihat posisi utangnya dalam sudut pandang yang lebih luas dan tenor yang panjang. Memang mereka berminat untuk melakukan refinancing jika utangnya menumpuk, namun mereka juga masih melihat berutang sebagai cara yang wajar untuk memiliki harta benda. Tetapi, mereka juga sadar dengan begitu, potensi utangnya menumpuk.

[bctt tweet=”Millenial melihat berutang sebagai cara yang wajar untuk memiliki barang”]

Riset bertajuk The Nielsen Global Generational Lifestyles Survey ini mengambil data dari 30,000 responden secara daring di 60 negara. Untuk lebih memahami perbedaan persepsi antargenerasi, responden disegmentasi dalam lima tahapan hidup (life cycle): Generation Z (usia 15-20), Millennial (21-34), Generation X (35-49), Baby Boomers (50-64) dan Silent Generation (di atas 65 tahun).