Ayah Gagal Melanda Keluarga Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]

Salah satu penyebab seseorang menjadi ayah yang gagal, karena selalu memandang pernikahan dengan cinta dan materi tanpa berpegang pada Al-Qur’an.

Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, KH. Bachtiar Nasir mengaku miris dengan maraknya fenomena lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

[bctt tweet=”Banyak rumah tangga yang rusak akibat laki-laki gagal menjadi ayah”]

Menurut Bachtiar, salah satu pendorong kelompok LGBT terjadi akibat kegagalan ayah menjadi pemimpin yang amanah di keluarga.  “Anak-anak tidak bangga dengan ayahnya. Karena ayah hanya membesarkan fisik anaknya, tetapi jiwanya dirampok oleh paham-paham liberal dan sekuler,” kata Bachtiar  kepada MySharing, di temui di Islamic Book Fair 2016, Jakarta, Selasa (1/2).

Fenomena menjadi ayah yang gagal merupakan isu penting dan menghantui  para keluarga muda Indonesia saat ini. “Banyak rumah tangga yang rusak akibat laki-laki gagal menjadi ayah, gagal pula menjadi suami. Akibatnya, tidak sedikit anak-anak yang dibesarkan badannya oleh ayahnya, tapi jiwanya ditelantarkan,” ungkap Bachtiar.

Bachtiar juga mengisahkan dua buku karyanya yang berjudul “Masuk Surga Sekeluarga (MSS) dan Menyelami Mutiara Wahyu. Menurutnya,   kedua buku itu adalah inspirasi untuk bangsa agar Indonesia keluar dari berbagai polemik  yang melilit. Salah satu masalah yang paling mengiris hati adalah tumbuhnya penyakit sosial. Masalah sosial muncul karena masalah rumah tangga yang tidak beres.

“Karenanya, buku Masuk Surga Sekeluarga adalah solusi bagaimana menata kehidupan rumah tangga berdasarkan konsep Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw,” papar Bachtiar.

Dua buku yang diterbitkan pekan lalu di arena IBF, merupakan terbitan AQL Pustaka, yang mengambil tema tadabbur ayat-ayat keluarga dan tadabbur ayat-ayat kehidupan dalam Al-Qur’an.

KH. Bachtiar Nasir
KH. Bachtiar Nasir

“Tadabbur ini tema besar untuk membumikan Al-Qur’an. Banyak orang sudah melupakan fungsi keluarga, ibu dan ayah sibuk sendiri dan anak hanya dipercayakan kepada pembantu. Generasi kita “lapar” ayah, juga rindu kasih ibu, sehingga problem sosial ada berserakan dimana-mana,” Tegas Bachtiar.

Lebih lanjut Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) ini mengungkapkan, buku Masuk Surga Sekeluarga yakni mengupas berbagai problematika dan solusi dalam rumah tangga, mulai dari masalah anak, orang tua, tauhid, pendidikan hingga masalah-masalah pemikiran yang banyak menjerumuskan masyarakat.

[bctt tweet=”Rumah tangga akan menjadi jembatan menuju surga jika penghuninya kembali kepada Al-Qur’an”]

“Intinya sebuah rumah tangga akan menjadi jembatan menuju surga jika penghuninya kembali kepada Al-Qur’an,” tegas Bachtiar.

Untuk itulah, kata Bachtiar, bahasan dalam buku ini pun dimulai dari Al-Quran sebagai panduan hidup. Karena memang dasarnya dari Al-Qur’an karena tidak ada kitab panduan lain selain Al-Qur’an yang mampu menjawab semua masalah di dunia ini. .