Ada beberapa prinsip yang harus dipegang agar bisnis sesuai syariah. Apa saja?
Nabi Muhammad SAW telah dikenal sebagai pengusaha ulung yang tepercaya, jujur dan amanah. Setiap pengusaha muslim tentu berupaya mengacu pada tata cara berbisnis seperti Rasulullah SAW. Di sisi lain, dalam berbisnis tentu ada saja yang menjadi tantangan bagi pelaku bisnis. Namun, hendaknya pelaku bisnis dapat menghindari berbagai permasalahan tersebut.
Perencana Keuangan Independen Ahmad Ghozali mengatakan, setidaknya ada dua permasalahan bisnis, yaitu banyaknya pengusaha yang menyetir dalam kondisi buta dan menyetir bisnis sambil mabuk. “Menyetir dalam keadaan buta itu apabila kita berbisnis tapi tidak tahu omsetnya berapa, berapa profit yang kita terima,” katanya dalam Talkshow Indonesia Gemilang Al Azhar Expo 65 bertemakan Membangun Bisnis Secara Syariah, Jumat (7/4).
Isu lainnya dalam berbisnis adalah apabila menyetir bisnis sambil mabuk. Dalam hal ini, berbisnis dengan menggunakan riba. “Jangan dalam kondisi riba karena tidak akan berkembang. Kalaupun berkembang akan rapuh sekali. Kalau mau, jauhi riba dan perbanyak bisnis,” jelas Ghozali.
Dalam memulai berbisnis pun, lanjut Ghozali, kalau bisa jangan dengan dana kredit atau pinjaman dari lembaga keuangan terlebih dulu. “Tapi, kalau tidak bisa, cari yang basisnya bisnis yaitu yang akadnya jual beli seperti murabahah,” ujarnya. Dengan akad murabahah ini, cicilan tetap sampai jatuh tempo.
Sementara, pengamat ekonomi syariah Imam T Saptono mengatakan, dalam maqasid syariah, bisnis harus bisa mempromosikan ad dien (agama). “Benar tidak setelah bisnis dijalankan, tingkat ketauhidan semakin meningkat? Lalu harus promosi akal juga, jadi jangan setelah berbisnis malah semakin bodoh,” katanya.
Salah satu maqasid syariah lainnya adalah meningkatkan harta. Ia mengutarakan, dalam bisnis syariah yang utama adalah menemukan dan mendefinisikan kembali key performance indicator dari bisnis. “Pelaku bisnis Islam tidak bisa jauh dari yatim dan miskin karena dengan doa mereka pintu rizki akan terbuka,” ujar Imam.
Selain itu, lanjut Imam, pelaku bisnis Islam juga hendaknya membantu masyarakat hijrah dari riba. “Bank syariah kalau mau unggul harus mencerdaskan nasabahnya, bukan menipu. Mencerdaskan nasabah adalah bagian dari dakwah,” pungkas Direktur Utama BNI Syariah Periode 2016-Maret 2017 ini.

