srikandi utami sun life

Bagi Middle East, Indonesia adalah Blue Ocean Bisnis Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Indonesia adalah pasar yang sangat bagus untuk bisnis asuransi syariah. Namun demikian perlu keseriusan dari regulator maupun perusahaan pelaku bisnisnya sendiri guna mengangkat bisnis ini, agar bisa lebih maju dan berkembang pesat untuk ke depannya.

srikandi utami sun life
Vice President, Head of Syariah PT Sun Life Financial Indonesia – Srikandi Utami. Foto: Istimewa

Vice President, Head of Syariah PT Sun Life Financial Indonesia – Srikandi Utami merasa optimis bahwa perkembangan bisnis asuransi syariah di Indonesia akan semakin bagus untuk ke depannya. Hal itu menurutnya dikarenakan penetrasi market bisnis asuransi syariah di tanah air masih kecil, sehingga masih banyak potensi bisnis yang belum digarap.

“Dibandingkan dengan GDP juga kita sangat kecil. Sehingga peluang itu besar. Kemudian kita lihat nanti low market itu akan naik ke atas, daya kemampuan beli itu akan meningkat. Apalagi penduduk Indonesia mayoritas penduduknya muslim, maka dengan edukasi yang dilakukan terus menerus, itu akan membantu pengembangan bisnis ini di Indonesia,” papar Srikandi kepada mysharing.co di sela-sela acara Sun Life Financial di bilangan Sudirman, Jakarta.

Srikandi yang juga Wakil Ketua Umum AASI menegaskan, kelemahan dalam pengembangan bisnis asuransi syariah di Indonesia saat ini adalah bahwa bisnis ini masih belum digarap dengan maksimal, meskipun potensinya besar. Padahal, di Negara tetangga kita seperti Malaysia, yang sebetulnya potensinya tidak besar, namun justru disana sudah bisa jauh lebih maju karena bisnis syariah sudah digarap dengan lebih optimnal.

“Bagi (negara-negara) middle east, kita ini adalah blue ocean. Karena itu, kalau ditanya optimisme, tentu kita harus optimis, karena banyak pasar yang belum digarap. Tapi potensi secara ekonomi kita bagus. Tinggal yang harus dilakukan adalah keseriusan,” demikian tegas Srikandi Utami.

Lebih lanjut Srikandi, keseriusan yang dimaksudnya adalah keseriusan dari regulator (pemerintah) dan juga keseriusan dari perusahaan-perusahaan di bisnis syariah itu sendiri, guna memajukan bisnis asuransi syariah ini.

“Terutama perusahaan-perusahaan di bisnis ini. Kalau mau maju, asetnya serta kapitalnya harus diperkuat. Itu memang harus ada keseriusan dari perusahaan. Karena untuk mengembangkan distribusi itu, apabila tidak ada asset dan juga tidak ada capital, maka bagaimana? Belum lagi untuk pengembangan produk-produk inovatif, system IT-nya dan lain-lain,” papar Srikandi.

Srikandi mengakui, memang PR bagi para pelaku bisnis asuransi syariah di Indonesia masih banyak. Terlebih untuk menghadapi pasar-pasar yang besar di kancah era globalisasi (pasar bebas) saat ini. Baca juga: Regulasinya Siap, Pasar Asuransi Syariah Masih Sepi

“Belum lagi kompetisi MEA akan masuk. Ini seharusnya kita melihatnya, bahwa sudah ada challenge dari luar, namun internal kita senidri masih perlu pembenahan ‘kan? Jadinya memang kita semua harus kerja keras dan juga perlu keseriusan untuk mengembangkan industri ini. Keseriusan kita untuk lebih fokus mengembangkan market syariah ini. Sekarang ini perusahaan asuransi syariah bentuknya banyak yang masih window, namun kalau nanti perusahaan yang beralih spin off sudah banyak, saya melihatnya pertumbuhan bisnis asuransi syariah ini akan semakin cepat.” Baca juga: Menyambut MEA 2015, AASI Siapkan SDI Asuransi Syariah Profesional