Industri keuangan syariah di berbagai belahan dunia semakin maju pesat saja. Indikasinya berbagai lembaga keuangan syariah (LKS) yang ada di seantero jagad ini terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dari sisi kinerja bisnisnya. Seperti juga dialami Bahrain Islamic Bank yang baru-baru ini telah mencatat peningkatan laba bersih yang signifikan yaitu 67%, dengan raihan nilai 4 juta Bahraini Dinar atau 10.600.000 USD untuk semester pertama tahun 2014 ini, dibandingkan dengan raihan 2.4 juta Bahraini Dinar pada periode yang sama tahun 2013 lalu.

Chairman Bahrain Islamic Bank – Abdul Razak Al Qassim mengatakan, pertumbuhan di atas adalah imbas dari hasil kebijakan pihak dewan direksi yang sejak tahun 2013 lalu telah menyetujui strategi lima tahun ke depan hingga 2018 bekerja sama dengan Boston Consulting Group, yang pelaksanaannya masih sedang berlangsung.
“Tujuan utama dari strategi baru kami adalah pertumbuhan bisnis dari kegiatan inti bank, lalu pembuangan aset investasi yang tidak perform, serta mengejar peluang untuk memasuki pasar baru,” jelas Abdul Razak Al Qassim.
Chief Executive Bahrain Islamic Bank – Mohammed Ebrahim Mohammed menambahkan, bahwa hasil perolehan kinerja bisnis di atas adalah bagus, dengan mempertimbangkan situasi ekonomi nasional di Bahrain yang sedang sulit pada saat ini, terlebih lagi semua pendapatan yang dihasilkan oleh bank ini adalah bersumber dari kegiatan inti bank.
“Apa pun yang telah dicapai adalah berkat refleksi dari strategi baru, dengan ketergantungan penuh pada pendapatan dan biaya dari sektor keuangan dan kegiatan bisnis utama bank, yang telah menghasilkan proporsi 82 persen dari pendapatan usaha,” jelas Mohammed.
Menurut Mohammed, “Semua pendapatan adalah bebas dari revaluasi atau keuntungan yang belum merupakan pendapatan, dengan pengecualian dari investasi ke luar yang sukses dari beberapa portofolio investasi dan penjualan tanah, serta setengahnya lagi dari ekuitas yang terdaftar dengan keuntungan bersih 3 juta Bahraini Dinar.”

