Kota Bandung didaulat menjadi Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 dengan peringkat Paramadhana Madya Nugraha Koperasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia.

Penetapan tersebut ditandai dengan diserahkannya penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga kepada Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat Rakornas pemberdayaan UMKM tahun 2014 di Gedung SMESCO Jakarta, Selasa (9/12).
Penetapan Kota Bandung sebagai Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 ini berdasarkan Keputusan Menkop dan UKM Nomor 34/Kep.M.KUKM/XI/2014 Tentang Provinsi/Kabupaten/Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 tanggal 26 November lalu. “Kota Bandung telah berhasil memperdayakan koperasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Puspoyoga.
Sementara Oded dalam sambutannya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Menurutnya, penghargaan ini merupakan apresiasi yang pantas diraih karena masyarakat Kota Bandung sangat antusias membudayakan koperasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan. “Alhamdulilah Kota Bandung mendapat penghargaan penggerak Koperasi se-Indonesia. Ini hasil kolaborasi dari seluruh unsur perkoperasian di Kota Bandung,” kata Oded.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Ia menuturkan, seluruh perkoperasian di Kota Bandung diharapkan lebih berkembang, mandiri dan akhirnya menjadi kota koperasi juara. Bersama 24 kota kabupaten lainnya di seluruh Indonesia, Kota Bandung ditetapkan sebagai Kota Penggerak Koperasi Tahun 2014 dengan peringkat Paramadhana Madya Nugraha Koperasi dengan nilai 82,10.”Penghargaan ini amanah untuk memberdayakan masyarakat lewat koperasi agar kehidupannya lebih sejahtera,” kata Oded kepada MySharing, usai menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, nilai tersebut merupakan verifikasi lapangan sebagai pembuktikan bahwa Kota Bandung dinilai mempunyai komitmen tinggi terhadap keberlangsungan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM yang tercermin dari alokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah Kota Bandung. Selain itu, pembinaan koperasi-koperasi, bimbingan teknik untuk meningkatkan SDM koperasi dan fasilitas gedung showroom dan diklat UPT sentra industri dan perdagangan sebagai balai latihan koperasi di Cigondewah.
Sementara Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung Eric M Atthauriq mengungkapkan, dari sekitar 2.540 koperasi yang ada di Kota Bandung lebih dari 80 persennya sehat dan aktif beroperasi. Diharapkan akan lebih banyak lagi koperasi yang aktif. Sementara, di tingkat nasional sendiri, ada 40% koperasi tidak produktif.
Ia mengakui bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kementeran Koperasi dan UKM. “Apresiasi ini atas berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dan juga masyarakat komunitas koperasi yang berperan aktif untuk meningkatkan daya dan peran koperasi,” tegasnya.

