Unit usaha syariah (UUS) Bank Danamon akan terus memperkuat segala sisi bisnisnya sebelum memutuskan untuk melakukan spin off. Saat ini pembiayaan UUS Bank Danamon sebagian besar berada di segmen pasar pembiayaan usaha kecil menengah (UKM) dan linkage program dengan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS).

Oleh karena itu, UUS Bank Danamon pun akan tetap memfokuskan diri pada pembiayaan linkage dengan BPRS dan UKM, karena sektor tersebut tak terlalu terpengaruh terhadap kondisi ekonomi global. Di tahun ini secara keseluruhan UUS Bank Danamon menargetkan pertumbuhan 30 persen. “Inginnya akhir tahun ini aset kami bisa mencapai Rp 4 triliun,” cetus Herry.
Namun kendati sudah menyiapkan roadmap pemisahan UUS, pihaknya belum akan menentukan waktu pasti untuk implementasinya. “Spin off kalau asetnya sudah diatas Rp 5 triliun tapi tidak bisa pastikan juga akan spin off tahun 2015 atau 2016 karena untuk spin off itu kan butuh proses, yang penting sekarang kami tumbuhkan dulu bisnis yang ada,” jelas Herry.
Pada kuartal I 2014 UUS Bank Danamon mencatat aset Rp 2,8 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp 2,6 triliun, dengan porsi 40 persen di tabungan dan giro dan 60 persen di deposito. Sedangkan rasio pembiayaan bermasalah terjaga di kisaran satu persen. Pendapatan pun naik dari Rp 3,5 miliar menjadi Rp 7 miliar yang ditopang dari agresifnya pembiayaan UKM.
Secara keseluruhan kredit Bank Danamon Indonesia tumbuh 16 persen menjadi Rp 136 triliun dan total pendanaan naik sebesar 22 persen menjadi Rp 139 triliun pada kuartal I 2014. Pertumbuhan kredit Danamon didukung oleh pertumbuhan kredit kepada segmen mass market yang berkontribusi sebesar 52 persen dari total kredit Danamon.

