Mahasiswa yang menerima beasiswa dari Bank KEB Hana Indonesia. foto: Bank KEB Hana Indonesia
Mahasiswa yang menerima beasiswa dari Bank KEB Hana Indonesia. foto: Bank KEB Hana Indonesia

Bank KEB Hana Peduli Mahasiswa Indonesia

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank KEB Hana Indonesia bekerja sama dengan KEB Foundation dari Korea Selatan memberikan beasiswa kepada 70 orang mahasiswa Indonesia dari enam universitas sebesar US$ 500 tiap tahun. Total beasiswa yang disalurkan kali ini mencapai US$ 35.000.

Mahasiswa yang menerima beasiswa dari Bank KEB Hana Indonesia. foto: Bank KEB Hana Indonesia
Mahasiswa yang menerima beasiswa dari Bank KEB Hana Indonesia. foto: Bank KEB Hana Indonesia

Para mahasiswa itu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Akademi Bahasa Asing, Universitas Atmajaya, dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Acara penyerahan beasiswa digelar pada 20 Oktober 2014 di Bank KEB Hana, Wisma Mulia, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Direktur KEB Foundation Jin Sung Oh dan Presiden Direktur Bank KEB Hana Lee Jae Hak. Hadir juga 30 orang perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dan perwakilan dari universitas.

“Beasiswa ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjadi bank yang glocalize. Kami memiliki jaringan global, tetapi kami juga ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal. Di masa depan, Bank KEB Hana akan memperluas program pemberdayaan masyarakat terutama di bidang pendidikan untuk membangun generasi muda Indonesia,” kata Lee dalam siaran pers yang diterima MySharing, Senin (20/10).

Sementara dalam pertumbuhannya, PT Bank KEB Hana Indonesian hingga akhir September 2014 (unaudited) membukukan laba bersih Rp 212 miliar atau meningkat dibandingkan akhir tahun 2013 sebesar Rp 89 miliar. Data perseroan juga mencatat, loan to o deposit ratio (LDR) Bank KEB Hana meningkat dari 119,59 persen pada akhir tahun lalu menjadi 137,59 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Sementara dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III-2014 tercatat Rp 9,45 triliun. DPK tersebut tumbuh sejalan dengan aset yang mencapai Rp 17,4 triliun pada September 2014.

Perseroan saat ini memiliki 40 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dan berhasil menekan tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) menjadi 0,11 persen pada akhir September 2014. Pada awal tahun ini, NPL perseroan masih di kisaran 0,14 persen.