
Bank Muamalat menargetkan terus menggenjot penghimpunan dana murah secara agresif di tahun ini. Pada 2014 dana murah ditargetkan naik 45 persen dibanding periode tahun lalu yang tumbuh 41 persen.
Direktur Retail Banking Bank Muamalat, Adrian A Gunadi, mengatakan target penghimpunan dana murah tersebut didorong oleh inisiatif untuk melakukan shifting terhadap volume tabungan di Bank Muamalat. “Kami menargetkan untuk meningkatkan jumlah transaksi aktif nasabah tabungan/giro baik individu atau perusahaan dengan meningkatkan akses melalui electronic channel (e-banking), yang rata-rata transaksinya 2 juta per bulan menjadi 4 juta sampai 4,5 juta per bulan,” kata Adrian dalam pemaparan kinerja Bank Muamalat 2013 di Hotel Intercontinental, Selasa (22/4).
Pada 2013 Bank Muamalat menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 41,8 triliun, yang terdiri dari giro Rp 5,3 triliun, tabungan Rp 11,9 triliun dan deposito Rp 24,6 triliun. Dalam lima tahun terakhir rata-rata dana pihak ketiga tumbuh 32,92 persen. Di tahun 2009 dana pihak ketiga Bank Muamalat sebesar Rp 13,3 triliun, pada 2010 Rp 17,3 triliun, pada 2011 Rp 26,7 triliun dan pada 2012 sebesar Rp 34,9 triliun.
Selain dari sisi dana pihak ketiga, Bank Muamalat juga akan berupaya terus menumbuhkan ritel dan mikro. Pada 2013 pembiayaan ritel mencapai 54 persen dari total portofolio pembiayaan yang berjumlah Rp 41,7 triliun. “Dari pembiayaan ritel 54 persen itu, 34 persen konsumer ritel dan 20 persen usaha kecil menengah dan mikro,” ujar Adrian.
Hingga 2013 Bank Muamalat sudah mengembangkan 55 outlet mikro yang merupakan konversi jaringan eksisting dengan memanfaatkan kantor cabang pembantu dan kantor kas menjadi kantor layanan mikro. “Untuk mikro portofolionya sudah Rp 45 miliar dengan rata-rata pembiayaan Rp 136 juta dan repayment rate 100 persen karena kami fokus di produktif dan memakai jaminan. Di tahun ini kami menargetkan Rp 300 miliar,” kata Adrian.
Direktur Keuangan Bank Muamalat, Hendiarto, mengatakan dengan fokus pada pembiayaan UKM dan mikro, serta ritel ini juga diharapkan dapat meningkatkan net income margin. “Selain itu dengan rencana peningkatan dana murah juga dapat membuat biaya dana menurun sehingga secara umum net income margin membaik. Kami menargetkan ada peninkatan net invome margin tapi dibatasi di level moderat sekitar 5,2 persen,” kata Hendiarto.
Sampai 2013 Bank Muamalat mencatat laba sebelum pajak Rp 475,85 miliar, naik 25 persen dati 2012 yang sebesar Rp 389,4 miliar. “Di tahun ini kami menargetkan laba kotor Rp 950 miliar sampai Rp 1 triliun,” kata Hendiarto. Sementara di sisi pembiayaan cukup moderat dengan target pertumbuhan 15 persen.

