Fokus pembiayaan mulai bergeser dari korporasi ke ritel.
Saat ini Bank Muamalat mencatat portofolio pembiayaan korporasi masih mendominasi, dengan korporasi sebesar 60 persen, sedangkan ritel sebesar 40 persen. Namun dalam tiga tahun ke depan sebagian besar portofolio akan bergeser ke ritel. Portofolio pembiayaan ritel akan menjadi 60 persen, sedangkan korporasi 40 persen.
“Nanti korporasi mau jadi 40 persen karena risiko korporasi lebih tinggi daripada ritel, jadi kami mau ubah karena dari risiko ritel lebih bagus,” ujar Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y Sugiarto saat ditemui usai Muamalat Berbagi Cahaya Kurban di Panti Asuhan Muhammadiyah, Selasa (13/9).
Pada tahun ini Bank Muamalat pun menargetkan pembiayaan korporasi tumbuh antara 7-10 persen dengan fokus pembiayaan di infrastruktur, agrikultur, rumah sakit, sekolah dan konsumer. Namun, saat porsi pembiayaan korporasi mulai berkurang ke depannya Bank Muamalat akan lebih fokus ke sektor tertentu. “Kami akan lebih fokus ke infrastruktur, agrikultur, makanan minuman, rumah sakit dan sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada pekan ini Bank Muamalat pun turut ambil bagian dalam sindikasi pembiayaan jalan tol di Bandung, bersama dengan sejumlah Bank Pembangunan Daerah. “Nilai total proyeknya Rp 1 triliun, kami underwrite Rp 130 miliar. Untuk sindikasi kami belum banyak, porsinya masih di bawah 10 persen,” ujar Indra.
Dalam waktu dekat, Bank Muamalat pun akan menandatangani perjanjian pembiayaan dengan Duta Mentari Raya, anak usaha Perusahaan Pengelola Aset yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit.
[bctt tweet=”Portofolio pembiayaan ritel Bank Muamalat akan menjadi 60%” username=”my_sharing”]

