bank muamalat syariah

Bank Muamalat Bidik 10 Persen Pelanggan Air Minum

[sc name="adsensepostbottom"]

bank muamalat syariahBank Muamalat hari ini, Jumat (23/5), baru saja menggandeng 11 perusahaan air minum di Indonesia untuk kerja sama layanan e-banking. Namun kerjasama ini tak terhenti di situ saja. Bank Muamalat berniat memperluas kerja sama dengan 10 perusahaan air minum lainnya. Sementara, dari kerjasama dengan perusahaan air minum eksisting, Bank Muamalat membidik 10 persen pelanggan air minum.

Head of E-Business Management and Analytic Division Bank Muamalat, Adi Haryadi, mengatakan pihaknya berencana memperluas kerjasama dengan sebanyak mungkin perusahaan air minum di Indonesia. “Kami harap bisa menambah 10 perusahaan lagi, terutama di Jabodetabek. Dan dari kerjasama yang sudah ada ini rata-rata perusahaan air minum punya sekitar 10 ribu pelanggan dan kami berharap bisa menyerap 10 persen pelanggan itu,” kata Adi, usai seremonial kerjasama Bank Muamalat dan mitra perusahaan air minum di Hotel Sofyan, Jumat (23/5).

Dalam kerja sama ini, Bank Muamalat menawarkan sharing fee dengan perusahaan air minum. Saat pelanggan bertransaksi dengan Bank Muamalat, perusahaan air minum juga mendapat upah dari transaksi tersebut. “Ini menjadi unique selling point Bank Muamalat. Semakin banyak nasabah yang bertransaksi maka bagi hasil yang diperoleh juga semakin besar, bisa sampai 70:30 (perusahaan:bank),” ungkap Adi.

Untuk jangka panjang, Adi menargetkan pembayaran air minum dapat seperti pembayaran listrik PLN yang sudah meluas hingga ke daerah. Langkah kerja sama ini pun merupakan salah satu bentuk dukungan keuangan inklusif yang dicanangkan oleh regulator agar layanan perbankan bisa menjangkau segala lapisan masyarakat.

Direktur Keuangan dan Operasional Bank Muamalat, Hendiarto, mengatakan transaksi e-channel Bank Muamalat kini semakin meningkat, dimana pada 2010 jumlahnya baru 50 ribu transaksi per bulan, kini sudah sebanyak 2 juta transaksi per bulan. Nilai transaksinya pun bisa mencapai triliunan rupiah. “Dari transaksi itu sekitar 30 persen berasal dari nasabah bank lain yang menggunakan mesin ATM kami,” ujar Hendiarto, yang masih enggan mengungkapkan jumlah pendapatan berbasis upah Bank Muamalat saat ini. Namun diharapkan transaksi e-channel bisa memberikan kontribusi sebesar 50 persen pada pendapatan berbasis upah Bank Muamalat di masa mendatang.

Sampai April 2014 Bank Muamalat memiliki 475 kantor cabang, 62 mobile branch dan 1500 ATM, dengan jumlah nasabahnya mencapai 4 juta nasabah. Sampai dengan akhir 2013 total transaksi e-channel mencapai 22.717.821 transaksi, atau tumbuh 64,15 persen dari tahun 2012 yang berjumlah 13.839.769 transaksi. Sementara jumlah nasabah pengguna internet dan mobile banking sebanyak 60.590 nasabah dan jumlah mitra kerjasama sebanyak 152 perusahaan.