
Bank Muamalat yang menjadi satu-satunya bank syariah Indonesia yang memiliki kantor cabang di Kuala Lumpur akan memfokuskan pengembangan kantor tersebut sebagai penghubung dengan pasar di wilayah Asia Tenggara. Bisnis kantor cabang Malaysia juga memfokuskan diri pada remittance.
Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin, mengatakan dalam rangka mencari peluang bisnis di wilayah Asia Tenggara, pihaknya akan menggunakan kantor cabang di Kuala Lumpur sebagai ujung tombak. “Kantor cabang di Kuala Lumpur diharapkab menjadi hub untuk menggarap pasar Asia Tenggara lainnya,” kata Arviyan dalam pemaparan kinerja Bank Muamalat 2013 di Hotel Intercontinental, Selasa (22/4).
Arviyan mengakui menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2016 mendatang, bank syariah Indonesia harus terus memperkuat diri menghadapi persaingan yang akan datang. Untuk itu pihaknya pun berupaya mempertahankan pangsa pasar dalam negeri terlebih dulu. “Strateginya kami akan mempertahankan pangsa pasar dalam negeri dulu dengan memperkuat sumber daya manusia dan daya saing sehingga menjadi juara di dalam negeri,” pungkas Arviyan.
Direktur Korporat Bank Muamalat, Luluk Mahfudah, mengatakan bisnis kantor cabang Bank Muamalat di Kuala Lumpur masih punya prospek bagus. Dengan jumlah tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang mencapai jutaan orang merupakan pasar besar untuk digarap. Namun sayangnya saat ini Bank Muamalat belum memiliki rencana untuk menambah kantor cabang di negara jiran. Ketatnya regulasi untuk perluasan kantor cabang di Malaysia pun membuat Bank Muamalat membuka kantor layanan di kantong-kantong TKI di luar Kuala Lumpur.
Selain kantor cabang, Bank Muamalat memperluas layanan melalui tiga service center outlet, yaitu unit bank yang menyediakan layanan informasi seputar produk Bank Muamalat. Di tempat itu calon nasabah juga bisa mengambil formulir pembukaan rekening. Bank Muamalat pun bekerja sama dengan Bank Muamalat Malaysia dan Maybank untuk penerimaan setoran di luar kantor cabang, karena ketatnya regulasi di Malaysia yang tidak memperbolehkan Bank Muamalat untuk menerima setoran dalam mata uang ringgit.
Selain dari bisnis remittance, kantor cabang Kuala Lumpur juga menggarap trade finance dan aktif melakukan aktivitas treasury di valuta asing. Di tahun 2013 kantor tersebut berkontribusi Rp 1 triliun terhadap dana pihak ketiga, dan pembiayaan Rp 500 miliar.

