Bank Muamalat menjajaki kerja sama repo syariah dengan tiga bank.

Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y Sugiarto menuturkan, berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki beragam instrumen pengelolaan likuiditas, perbankan syariah hanya memiliki instrumen yang terbatas. Repo syariah pun dilihat sebagai salah satu alternatif untuk pengelolaan likuiditas.
“Setelah kerja sama repo syariah pertama dengan Bank Bukopin, kami memiliki rencana untuk kerja sama repo syariah lagi dengan bank lainnya, baik dengan bank konvensional maupun bank syariah. Mudah-mudahan September ini ada realisasi kerja sama lagi,” katanya, pekan lalu.
- Bank Muamalat Selenggarakan Muamalah Executive Class di 4 Kota
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan kerja sama repo syariah dengan tiga bank, yang dua diantaranya adalah bank syariah. “Di pipeline kami ada rencana kerja sama dengan tiga bank, tapi tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan bank lainnya,” ujar Indra.
Indra menambahkan, untuk saat ini nilai transaksi kerja sama repo syariah dengan bank yang masih dalam tahap penjajakan belum ditentukan. “Nilainya tergantung nanti, tapi paling tidak antara Rp 100 miliar-Rp 200 miliar. Masing-masing tenornya nanti juga akan beda-beda, tapi biasanya jangka pendek,” jelasnya.

