Bank Muamalat menjajaki kerja sama repo syariah dengan tiga bank.

Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y Sugiarto menuturkan, berbeda dengan perbankan konvensional yang memiliki beragam instrumen pengelolaan likuiditas, perbankan syariah hanya memiliki instrumen yang terbatas. Repo syariah pun dilihat sebagai salah satu alternatif untuk pengelolaan likuiditas.
“Setelah kerja sama repo syariah pertama dengan Bank Bukopin, kami memiliki rencana untuk kerja sama repo syariah lagi dengan bank lainnya, baik dengan bank konvensional maupun bank syariah. Mudah-mudahan September ini ada realisasi kerja sama lagi,” katanya, pekan lalu.
- BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional, Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah
- Kelola Keuangan dan Investasi Kini dalam Satu Pengalaman yang Lebih Terhubung dengan CIMB Niaga dan Ajaib
- Halal Indo 2026 Hadirkan Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Indonesia
- CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan kerja sama repo syariah dengan tiga bank, yang dua diantaranya adalah bank syariah. “Di pipeline kami ada rencana kerja sama dengan tiga bank, tapi tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan bank lainnya,” ujar Indra.
Indra menambahkan, untuk saat ini nilai transaksi kerja sama repo syariah dengan bank yang masih dalam tahap penjajakan belum ditentukan. “Nilainya tergantung nanti, tapi paling tidak antara Rp 100 miliar-Rp 200 miliar. Masing-masing tenornya nanti juga akan beda-beda, tapi biasanya jangka pendek,” jelasnya.

