Sinergi dengan asuransi syariah dan peningkatan transaksi melalui e-channel akan berkontribusi besar bagi pendapatan berbasis upah Bank Muamalat.

Pejabat Eksekutif Bank Muamalat Indonesia Purnomo B Soetadi mengatakan, pendapatan berbasis upah Bank Muamalat di tahun ini ditargetkan naik 45 persen. “Mayoritas kontribusinya dari bancassurance karena akan ada tiga produk baru, dan transaksi e-channel. Sisanya dari jalur konvensional,” katanya, namun enggan menyebutkan nilai target pendapatan berbasis upah tahun ini.
Ia mengungkapkan saat ini nasabah yang aktif menggunakan Muamalat Mobile baru sekitar 500 orang sejak soft launching bulan lalu. “Tetapi nanti kami akan kejar paling tidak 1000 pengguna aktif pada tahun ini,” ujar Purnomo. Sepanjang 2016 Bank Muamalat menargetkan Muamalat Mobile mencatat lebih dari 7 juta transaksi.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Ia menuturkan saat ini sekira 70 persen nasabah Bank Muamalat masih memakai ATM saat melakukan transaksi perbankan, sisanya datang ke kantor cabang. Namun, di tahun ini transaksi melalui e-channel seperti SMS banking, internet banking dan mobile banking akan ditingkatkan.
Purnomo mengatakan di tahun ini Bank Muamalat menyisihkan dana cukup besar untuk investasi teknologi informasi (TI). “Investasi di TI adalah salah satu enabler perbankan di era digital dan di tahun ini TI mendapat porsi signifikan dalam rangka fokus pada penambahan TI,” imbuhnya, namun enggan menyebutkan nilai investasi yang disisihkan untuk TI tahun ini.

