Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil sepenuhnya, bisnis transaksi perdagangan tetap tumbuh positif.

Direktur Corporate Banking Bank Muamalat Indonesia Indra Yurana Sugiarto, mengatakan kendati perkembangan pasar agak melambat, pembiayaan korporasi Bank Muamalat tetap tumbuh. “Per Juli 2015 korporat hampir mencapai angka lima persen. Walau masih di bawah target untuk pembiayaan, saya lihat ke depan sampai akhir tahun (kontribusi) bisa sekitar 10 persen,” kata Indra, akhir pekan lalu.
Ia mengungkapkan porsi bisnis dari layanan letter of credit (L/C) cukup baik. Pencapaiannya sudah 80 persen dari target tahun ini. “Kalau dari L/C kami tumbuh hampir mencapai budget 2015. Dari volume yang ada, pencapaiannya sudah sekitar hampir 80 persen,” ujar Indra. Baca: Transaksi Perdagangan Indonesia-Mesir Naik 28%
Untuk layanan L/C, lanjutnya, sebagian besar sektor yang dilayani Bank Muamalat adalah perdagangan dan manufaktur. Selain itu, Indra menambahkan kini pihaknya juga sedang mendiversifikasi sektor layanan L/C dengan masuk ke sektor agrikultur, makanan dan consumer goods.
Indra memaparkan nilai transaksi L/C di Bank Muamalat kini mencapai hampir 400 juta dolar AS. Portofolio yang terbesar berasal dari Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Pada 2015 pionir bank syariah di Indonesia ini menargetkan pembiayaan perdagangan tumbuh sekira 50 persen. Baca: Mengenal Letter of Credit Ekspor di Bank Syariah
Tahun lalu L/C Bank Muamalat mencatat nilai hingga 300 juta dolar AS. Dengan target pertumbuhan 50 persen, maka Bank Muamalat membidik pembiayaan perdagangan mencapai sekira 450 juta dolar AS tahun ini. “Saat ini sudah tercapai 80 persen. Kami percaya diri dengan pipeline yang ada dan banyak yang berputar, Insya Allah bisa tercapai 450 juta dolar AS,” pungkas Indra.

