Bank Muamalat akan menggeser portofolio pembiayaannya yang saat ini mayoritas pada pembiayaan korporasi.

Dalam rangka memberi manfaat langsung pada ekonomi kerakyatan, lanjutnya, pelan-pelan Bank Muamalat pun akan mengarahkan kembali fokus bisnis pembiayaan ke ritel dan konsumer. Saat ini porsi pembiayaan korporasi masih mendominasi sebesar 55 persen, sedangkan sisanya ke ritel. Baca: Industri Perbankan Syariah Indonesia Fokus di Ritel
“Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, fokus pembiayaan kami coba pelan-pelan mengarahkan ke ritel dan konsumer. Tahun ini pelan-pelan kalau bisa porsinya antara ritel dan korporasi 50-50 akan bagus. Namun, kira-kira jangkauannya sampai 2025 itu kalau bisa portofolionya ritel 70 persen dan korporasi 30 persen,” ungkap Endy.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Endy menambahkan dengan pergeseran fokus pembiayaan pada konsumer dan ritel, maka target pembiayaan di tahun ini pun tidak banyak, yaitu di bawah 20 persen. Selain itu, pihaknya pun akan fokus untuk mempertahankan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level yang sesuai dengan regulasi.
“Jadi pertumbuhan bukan sesuatu yang terlalu dikejar, tapi kami ingin memastikan CAR 14 persen dan penanganan aset bermasalah berjalan baik sejalan dengan perkembangan ekonomi. Tahun ini masih jadi bagian dari konsolidasi Bank Muamalat secara umum jadi diharapkan bisa berjalan dengan cepat,” pungkasnya.

