Bank azerbaijan
International Bank of Azerbaijan

International Bank of Azerbaijan Siapkan Bank Syariah yang Berdiri Sendiri

[sc name="adsensepostbottom"]

International Bank of Azerbaijan (IBA), bank pemberi pinjaman terbesar di Negara Azerbaijan, sedang mempersiapkan untuk meluncurkan unit perbankan syariah yang terpisah. Terkait dengan hal itu, pemerintah Negara mantan pecahan Uni Soviet tersebut tengah mempersiapkan undang-undang perbankan syariah yang dijadwalkan akan keluar pada musim semi berikutnya.

Bank azerbaijan
International Bank of Azerbaijan

“Sebuah unit perbankan syariah yang akan berdiri sendiri tersebut akan memungkinkan IBA, yang 50,2 persen sahamnya dimiliki oleh Departemen Keuangan Azerbaijan, untuk bisa meng-cover lebih dari empat kali lipat bisnis pembiayaan syariah di negara itu,” kata Direktur Perbankan Syariah IBA – Behnam Gurbanzada.

“IBA bekerja untuk pengembangan produk-produk baru serta membangun platform untuk unit perbankan terpisah yang sepenuhnya syariah,” lanjut Gurbanzada.
IBA, yang memegang 40 persen aset industri perbankan di Azerbaijan, sejauh ini meng-cover 180 juta USD Keuangan Islam di negeri ini. Dan setelah undang-undang perbankan syariah ini disahkan, cover pembiayaannya bisa meningkat menjadi sebanyak 750 juta USD dalam waktu satu tahun, tambah Gurbanzada.

IBA Bank sendiri pada saat ini sudah menawarkan produk syariah melalui sistem window channeling, sebuah praktek yang memungkinkan pemberi pinjaman konvensional untuk menyediakan layanan keuangan syariah selama uang klien dipisahkan dari bisnis bank.

Sebuah unit perbankan syariah yang terpisah, diperkirakan dapat membantu meningkatkan daya tarik industri perbankan syariah untuk klien ritel di negara Azerbaijan yang berpenduduk 9 juta jiwa dengan 93% penduduknya didominasi ummat Muslim tersebut. IBA juga ingin menciptakan sebuah platform perbankan syariah domestik yang kuat yang nantinya juga bisa diterapkan pada cabang-cabang perusahaan ini di Rusia, Georgia dan Qatar.

“Azerbaijan menunjukkan potensi yang cukup besar untuk menjadi pusat perbankan syariah di wilayah ini dan memiliki potensi besar untuk bekerja sama dengan Rusia dan Negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States) lainnya, deretan negara yang tertarik pada perbankan syariah,” lanjut Gurbanzada.

Bulan ini, Asosiasi Bank Rusia telah meminta pemerintah Moskow untuk mempertimbangkan cara-cara mempromosikan keuangan syariah di negara Azerbaijan ini, termasuk melalui hukum industri yang spesifik.

IBA sendiri telah memperkerjakan konsultan perbankan syariah yang berbasis di Bahrain, yaitu Shariyah Review Bureau untuk membantu didalam beberapa proyek, termasuk pembangunan real estate di ibukota Azerbaijan, Baku, dan sebuah produk pembiayaan tunai, demikian tutup Direktur Perbankan Syariah IBA – Behnam Gurbanzada.