Bank syariah

Bank Syariah Bukopin Bidik Peningkatan Pendapatan Berbasis Upah

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Syariah Bukopin (BSB) membidik peningkatan porsi pendapatan berbasis upah dari sektor pendidikan sebesar 20 persen di tahun ini. Salah satu langkah yang dilakukan BSB untuk mencapai target tersebut adalah melalui kerja sama SPP online dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Bank syariahKepala Divisi Bisnis Area I dan V BSB, Farhan Kamil, mengatakan kontribusi sektor pendidikan bagi pendapatan berbasis upah BSB sampai saat ini masih terbilang sedikit. “Sekarang porsinya baru sekitar 10 persen, oleh karena itu salah satu hal yang dilakukan untuk menggenjot pendapatan berbasis upah adalah melalui cash management untuk mempermudah transaksi nasabah,” kata Farhan di sela-sela iB Vaganza di Tangcity Mall, Kamis (10/4).

Pada kesempatan iB Vaganza kali ini, BSB pun menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk pembayaran SPP mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang dan cobranding kartu mahasiswa yang dapat digunakan sekaligus sebagai kartu ATM. Farhan mengatakan kedekatan historis yang dimiliki BSB dengan Muhammadiyah membuat BSB lebih mudah melakukan penetrasi pasar ke amal usaha Muhammadiyah. Pasar Muhammadiyah yang besar juga tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan, tetapi juga ke kesehatan. “Amal usaha Muhammadiyah telah menjadi captive market BSB,” ujar Farhan.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Muhammadiyah, BSB membidik pembukaan 4500 akun baru saat semester universitas kembali dibuka di pertengahan tahun ini. “Dalam waktu empat hari ini, kami menargetkan ada yang membuka 1500 akun, dimana 1000 dari Universitas Muhamadiyah Tangerang dan sisanya dari ritel individu,” ungkap Farhan. Secara total dalam empat hari ke depan, BSB menargetkan perolehan dana pihak ketiga sebesar Rp 100 juta.

Kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan BSB telah terjalin sejak 2009 dengan total dana kelolaan mencapai Rp 70 miliar. BSB juga tengah menjajaki kerja sama dengan STIE Ahmad Dahlan dan sejumlah universitas lainnya.

Sementara, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Achmad Badawi, pun menyambut baik kerja sama dengan BSB. Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari penyaluran pembiayaan BSB untuk gedung perkuliahan universitas sebelumnya. “Kerja sama dengan BSB sebelumnya sudah ada untuk pembangunan gedung lima lantai senilai Rp 20 miliar dan sekarang lanjut untuk pembangunan gedung 12 lantai senilai Rp 32 miliar, jadi dengan dukungan BSB kami sekarang bisa memiliki gedung yang representatif dan menampung mahasiswa lebih banyak,” jelas Badawi.

Sebelumnya Universitas Muhammadiyah Tangerang hanya memiliki kapasitas mahasiswa sebanyak 2500 orang. Namun kini universitas bisa menampung hingga 12.500 mahasiswa dan di tahun ini diperkirakan akan bertambah menjadi 14.000 mahasiswa. Ke depannya kerja sama Universitas Muhammadiyah dengan BSB adalah menyediakan bank mini di kampus.