Bank Syariah Bukopin Jalin Kerjasama Cash Management

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Syariah Bukopin menggandeng bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung dan PT Kariyana Gita Utama untuk pemanfaatan jasa Syariah Bukopin Cash Management. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di sela perhelatan iB Vaganza di Bekasi, Kamis (14/8).

bank-bukopinKepala Divisi Pengembangan Produk Bank Syariah Bukopin, Noor Cholis, mengatakan penandatanganan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara para pihak secara berkesinambungan dalam penggunaan produk dan jasa layanan perbankan milik Bank Syariah Bukopin. “Semoga melalui kerjasama ini akan terjalin sinergi antara Bank Syariah Bukopin dengan Muhammadiyah, khususnya BPRS HIK Cibitung dan Kariyana Gita Utama, apalagi bertepatan dengan momentum perbankan syariah yaitu di acara iB Vaganza,” kata Noor Cholis.

Ia menuturkan setidaknya sudah ada lebih dari 50 nasabah yang menjalin kerjasama cash management dengan Bank Syariah Bukopin. “Melalui cash management pengelolaan dana nasabah bisa lebih efisien dan bisa memonitoring mutasi rekening maupun pelaporan,” ujar Noor Cholis. Dari sisi pendapatan berbasis upah Bank Syariah Bukopin menargetkan hingga Rp 5 miliar. Penandatangan kerjasama antara Bank Syariah Bukopin dengan BPRS HIK Cibitung dilakukan antara Noor Cholis dengan Direktur HIK Cibitung, Yetti Zulmarti Azmi, sedangkan PT Kariyana Gita Utama dengan Direktur, Setiabudhi Hidajat.

Menanggapi kerjasama cash management dengan Bank Syariah Bukopin, Direktur Utama BPRS HIK Cibitung, Teddy Nusmiradi, mengatakan kerjasama tersebut dapat memudahkan kegiatan transactional banking khususnya bagi nasabah BPRS HIK Cibitung. “Kerjasama ini memberikan kemudahan bagi kami karena kami bisa memanfaatkan bersama teknologi yang dimiliki Bank Syariah Bukopin,” ujar Teddy.

Selain kerjasama cash management, BPRS HIK Cibitung sebelumnya juga telah menjalin kerjasama lainnya, seperti linkage program dan layanan perbankan lainnya. Sampai saat ini aset BPRS HIK Cibitung baru berada di bawah angka Rp 100 miliar. Sedangkan, pembiayaan tercatat sebesar Rp 62 miliar dan dana pihak ketiga Rp 80 miliar.