Industri perbankan syariah di benua Afrika kian bertumbuh. Dengan setengah populasi penduduk beragama Islam di benua tersebut membuat bisnis perbankan syariah terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pertumbuhan bank syariah di Afrika tak terlalu menjadi perhatian dunia, padahal industri non ribawi di sana mulai menggeliat. Dengan populasi muslim berjumlah 500 juta jiwa, atau sekitar seperempat dari populasi muslim dunia menjadi salah satu indikator dari prospek perkembangan industri bank syariah di benua Afrika.
Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Afrika Selatan, Pravin Gordhan, mengungkapkan negaranya akan menerbitkan sukuk sebelum akhir tahun 2014. Selain itu, sejumlah bank seperti Absa, FNB, Al Baraka Bank dan HBZ Bank menawarkan produk komersial dan korporat di Afrika Selatan. Hal yang sama dilakukan pula oleh Standard Bank di negara-negara Afrika lainnya.
Head of Islamic Banking Absa, Uwaiz Jassat, menegaskan bank syariah tak terbatas pada kaum muslim. “Kami menekankan pada produk keuangan yang memiliki sejumlah persyaratan tertentu yang harus sesuai dengan ketentuan syariah dan tidak boleh ada riba,” kata Jassat, sebagaimana dilansir dari bdive.co.za, Senin (30/6). Ia memaparkan konsep bank syariah adalah bagi hasil dengan nasabah. Ada saatnya dimana metode tersebut pun memberikan return lebih tinggi dari bank konvensional.
Jassat menyontohkan misalnya, tahun lalu nisbah tabungan Absa ekuivalen dua persen lebih tinggi dari bank konvensional. Sehingga, tak heran jika banyak orang pada akhirnya beralih ke bank syariah. Sekitar 10 persen dari nasabah Absa adalah non muslim. Unit syariah Absa juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi bank induknya.
Sementara, Al Baraka menjadi satu-satunya bank umum syariah yang beroperasi di Afrika Selatan, dengan jumlah nasabah lebih dari 40 ribu. Al Baraka yang berpusat di Bahrain memiliki delapan kantor cabang di Afrika Selatan. Tahun lalu aset Al Baraka tumbuh 18,7 persen menjadi 4,4 miliar rand dan dana pihak ketiga naik 18,6 persen menjadi 619,1 miliar rand.
Chief Executive Officer Al Baraka, Shabir Chohan, mengatakan sekitar 30 persen dari populasi muslim di Afrika telah menggunakan jasa perbankan syariah yang disediakan oleh bank lokal. Aset bank syariah Afrika Selatan sendiri diperkirakan sebesar 12 miliar rand. “Ini menandakan bank syariah punya potensi untuk tumbuh delapan sampai 10 kali dari nilainya saat ini,” ujar Chohan. Total populasi muslim di Afrika Selatan diperkirakan lebih dari dua juta jiwa.
Sementara, Chief Executive Officer unit syariah FNB, Amman Muhammad, menuturkan kesuksesan produk bank syariah FNB disebabkan karena dukungan nilai dan prinsip yang kuat, sehingga tidak hanya menawarkan produk keuangan syariah. Baik FNB maupun Absa, yang mayoritas sahamnya dimiliki bank asal Inggris-Barclays, pun menatap ekspansi bisnis di luar Afrika Selatan.
“Para pengusaha muslim memainkan peran penting dalam perekonomian Afrika, jadi kebutuhan untuk menyediakan jasa keuangan yang sesuai melalui saluran yang tepat sangat penting,” cetus Muhammad. Secara keseluruhan, aset bank syariah global diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 triliun dolar AS dan dapat melebihi 5 triliun dolar AS pada 2020.

