
Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) melakukan survei melalui perusahaan riset Brunswick Insight. kepada 1000 nasabah bank ritel di Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, Indonesia dan Inggris. Dari hasil survei tersebut, nasabah bank ritel sebagian besar kecewa terhadap layanan bank yang didapatkannya selama ini dan sedang mencari layanan bank yang lebih etis dan customer-oriented.
Menurut para nasabah, bank yang mereka pilih saat ini tidak terlalu memperhatikan hal-hal etika mendasar seperti kurangnya transparansi, adanya biaya-biaya yang tersembunyi, tidak memberikan produk yang tepat dan tidak melindungi kepentingan nasabah. Nasabah pun merasa sulit untuk menjalin kerjasama dengan banknya dan kurang mendapatkan produk dan layanan yang simpel.
Berdasar survei, bank syariah dinilai lebih transparan dibanding bank konvensional. Namun di sisi lain, bank syariah juga dinilai sebagai lembaga yang kurang menerapkan best practices dan layanan perbankan yang simpel.
Chief Executive Officer ADIB, Tirad Al-Mahmoud, mengatakan ada permintaan besar akan layanan perbankan beretika secara global dan bank syariah punya peluang unik untuk memenuhi permintaan tersebut karena etika adalah landasan operasi bank syariah.
“Bank syariah perlu fokus pada substansi, inovasi produk, layanan yang simpel dan to the point. Ini akan memberikan tampilan yang universal dan mendorong pertumbuhan di masa mendatang,” kata Al-Mahmoud, sebagaimana dilansir dari The Asset, Kamis (22/5).
Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa industri perbankan masih menjadi industri yang sangat dipercayai di Indonesia, Mesir, Uni Emirat Arab dan Turki dengan porsi 76 persen. Sedangkan di Inggris hanya 21 persen, dan perbankan menjadi lembaga yang terbawah dalam hal mendapatkan kepercayaan nasabah.
Namun ketika nasabah diinformasikan mengenai prinsip dan nilai-nilai yang dianut bank syariah, ada 30 persen nasabah yang bersedia menjadi nasabah. Sedangkan di Inggris, jumlahnya meningkat empat kali lipat. “Ini menunjukkan ketertarikan akan bank syariah telah tumbuh di luar pasar tradisional ketika kita fokus pada memberikan layanan beretika,” ucap Al-Mahmoud.
Secara keseluruhan, para nasabah menilai atribut terpenting dalam berbank adalah memberikan layanan yang simpel dan mudah dimengerti, mengdepankan kepentingan nasabah, transparan dan menepati janji. Sedangkan atribut yang terkait dengan produk bank adalah yang menawarkan return investasi yang tinggi, dan pembiayaan dengan margin rendah.
Bank syariah yang telah memiliki pangsa dan kehadiran kuat di suatu negara juga menjadi faktor yang dinilai penting oleh nasabah. “Survei ini menunjukkan para nasabah mencari kualitas yang sama dari bank, di bagian mana pun di dunia. Mereka ingin bank yang menghargai, memperlakukan mereka dengan adil, transparan dan memberikan layanan perbankan yang simpel,” jelas Al-Mahmoud.

