Sberbank Rusia. Dok: Press TV

Bank Syariah Terbesar Rusia Pertimbangkan Buka Unit Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Rusia telah menjadi target pengenaan sanksi dari sejumlah negara terkait intervensi dalam krisis Ukraina. Bank syariah terbesar Rusia, Sberbank pun melirik keuangan syariah sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi dampak dari pengenaan sanksi.

Sberbank Rusia. Dok: Press TV
Sberbank Rusia. Dok: Press TV

Pimpinan Sberbank, Herman Gref, mengatakan saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan layanan perbankan syariah di wilayah muslim Rusia. “Ide ini akan membantu dalam menarik dana dari negara-negara Arab, sehingga akan mengurangi efek dari sanksi yang dilakukan terhadap Rusia,” katanya dalam rapat umum pemegang saham Sberbank akhir pekan lalu, sebagaimaan dikutip dari Press TV, Senin (1/6).

Rusia telah menjadi target pengenaan sejumlah sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait tuduhan keterkaitan Rusia dalam krisis Ukraina. Pemerintah Rusia pun membantah tuduhan tersebut dan sebagai balasannya melakukan pembatasan terhadap impor pangan dari Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Norwegia, dan Australia.

“Kami secara aktif akan mempromosikan bank syariah karena itu membuka peluang bagus untuk bekerja sama dengan rekan internasional, jika di saat kami punya masalah menghimpun dana di pasar internasional, maka itu (keuangan syariah) jadi penting,” ujar Gref, yang sebelumnya bertemu dengan beberapa investor Arab di Republik Tatarstan Rusia. Baca: Misi Rusia Akomodasi Keuangan Syariah

Sejumlah analis mengutarakan pesatnya pertumbuhan populasi muslim Rusia akan berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan akan produk dan layanan bank syariah di masa mendatang. Pemerintah Rusia pun dinilai harus mendukungnya dengan membuat peraturan yang mengintegrasikan bank syariah ke dalam sistem keuangan Rusia. Jika hal tersebut dilakukan, volume aset keuangan syariah di Asia Selatan akan mencapai 24 miliar dolar pada 2018. Baca: Maladewa Bidik Posisi Pusat Keuangan Syariah di Asia Selatan

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Badan Investasi Regional Negara Federasi Rusia Lunar Yakupov memgakui saat ini Rusia memang tengah mengembangkan hubungan ekonominya dengan negara-negara non-Barat, diantaranya dengan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam. Keuangan syariah pun dinilainya potensial bagi Rusia karena bisa menjadi salah satu sumber pendanaan bagi negara yang dihuni oleh 20 juta Muslim ini.