Dukung Pelestarian Wayang, BCA Beri Pelatihan Wisata di Desa Wayang

[sc name="adsensepostbottom"]

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya untuk melestarikan seni budaya wayang Indonesia dengan membina Desa Wukirsari menjadi desa wisata wayang. Pembinaan ini diawali dengan pelatihan kemampuan serta keterampilan (soft skill) SDM bidang pariwisata pada akhir Juli 2014 lalu. Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Head of CSR BCA – Sapto Rachmadi, Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Yogyakarta – Sabar Purnomo, Camat Imogiri – Sigit Subroto, Lurah Desa Wukirsari – Bayu Bintoro.

BCA Peduli Wayang“UNESCO telah menetapkan wayang sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 7 November 2003. Wayang menjadi suatu karya dan budaya yang mengagumkan dalam cerita narasi, warisan yang indah dan berharga, serta mencerminkan sikap solidaritas, sifat rohani, dan bersahabat dengan alam. Hingga saat ini, wayang terus berkembang dan setia pada misi yang diemban, yakni sebagai sarana hiburan dan sarana penerangan, pendidikan bahkan sarana komunikasi. Oleh karena itu, BCA terus memikirkan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya dan seni pertunjukan wayang. Salah satu upaya yang BCA lakukan untuk memastikan budaya ini tetap hidup dan berkembang di masyarakat Indonesia adalah dengan membina desa wisata wayang, yaitu Desa Wukirsari.” papar Sabar Purnomo – Kepala KCU BCA Yogyakarta.

Untuk membina Desa Wukirsari menjadi desa tujuan wisata wayang yang dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara nantinya, BCA mengadakan program pelatihan kemampuan serta keterampilan (soft skill) SDM bidang pariwisata. Pelatihan yang digelar tersebut memberikan beragam pelatihan serta ilmu sehingga nantinya dapat dihasilkan tenaga terampil di bidang pemandu wisata, serta meningkatkan kemampuan para pramuwisata tentang pasar wisata dan pengelolaan objek wisata, sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan keinginan para wisatawan.

“Program pelatihan soft skill SDM yang berada di bawah naungan program Bakti BCA ini juga merupakan wujud konsistensi dan keterlibatan aktif BCA dalam mendukung pelestarian budaya dan perkembangan sektor pariwisata di Indonesia. Kami berharap pendampingan dan pelatihan yang diberikan akan mengembalikan kejayaan Desa Wukirsari sebagai salah satu destinasi wisata wayang di Yogyakarta,” lanjut Sabar.

Sebelumnya, Desa Wukirsari telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata wayang di Yogyakarta. Masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri seperti Swiss, Perancis, Belanda dan Jepang pernah belajar kesenian wayang di desa ini. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain membuat wayang, memainkan gamelan, menyaksikan pertunjukkan wayang, serta tinggal di rumah-rumah pengrajin wayang di Desa Wukirsari.
Seiring dengan pesatnya industri pariwisata di Indonesia, khususnya Yogyakarta, maka Desa Wukirsari pun harus melakukan pengembangan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar pariwisata. Maka melalui program pelatihan ini, BCA ingin mengoptimalisasikan fungsi Desa Wukirsari sebagai Desa Wisata Wayang.

Dukungan BCA terhadap pelestarian wayang di Indonesia memang sudah dibuktikan dengan beragam program yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda akan budaya dan seni pertunjukan wayang. Sebelumnya, melalui pilar solusi sinergi, BCA memperkenalkan wayang kepada generasi muda dengan menggelar pameran wayang di mall.

Upaya BCA untuk meningkatkan kecintaan anak muda pada wayang berlanjut dengan menggelar Wayang for Student yang mengajak 1.500 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat untuk menyaksikan pertunjukan wayang. Tidak berhenti sampai di situ saja, dalam penyelenggaraan hajatan bulutangkis BCA Indonesia Open 2014, BCA pun menghadirkan sentuhan wayang dalam turnamen bulutangkis internasional terbesar di Indonesia ini.