Mendengarkan alunan musik jazz di daerah pegunungan? Sungguh mungkin itu sebuah sensasi yang luar biasa bagi para penikmat jazz di tanah air. Ditemani hembusan angin pegunungan yang lembab, dengan suhu udara yang dingin menusuk tulang, maka mendengarkan music jazz yang penuh dengan harmoni sungguh menjadi suatu hal yang istimewa dan bahkan mungkin tak terlupakan bagi pecinta jazz di tanah air.

Pagelaran Jazz Gunung 2014 kali ini akan menampilkan para pemusik jazz handal seperti; Monita Tahalea and The Nightingales, Bintang Indrianto Trio, Ring of Fire Project, Ligro Trio, The Overtunes, Jazz Ngisoringin, Indro Hardjodikoro and The Fingers, Nita Aartsen Quatro featuring Yeppy Romero dan ESQI:EF Syaharani and Queen Fireworks. Ada pula pemain saksofon asal Jerman, Nicole Johaenntgen, serta musisi dari masyarakat setempat sebagai upaya untuk meningkatkan apresiasi terhadap musik jazz.
Karena sangat unik dan menariknya ajang ini di atas, serta memandang musik jazz merupakan salah satu jenis musik yang mendapat tempat di hati masyarakat dunia, baik generasi muda maupun tua, maka hal inilah yang mendorong PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mendukung perhelatan Jazz Gunung 2014 tersebut.
Dukungan BCA ini disampaikan di Jakarta, akhir pekan lalu. Hadir dalam acara ini penggagas Jazz Gunung – Sigit Pramono, Direktur BCA – Henry Koenaifi, Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya – Ahman Sya, serta mewakili para seniman Indonesia – Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa, Syaharani dan Bintang Indrianto.
“Animo yang begitu besar dari penikmat musik jazz di Indonesia membuat kami terus termotivasi untuk dapat kembali mendukung perhelatan Jazz Gunung 2014. Dukungan ini merupakan salah satu bentuk implementasi program Bakti BCA dalam upaya mendorong perkembangan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air,” ujar Direktur BCA – Henry Koenaifi.
Jazz Gunung merupakan pagelaran musik bertaraf internasional yang diselenggarakan di kawasan pegunungan Bromo Tengger Semeru – Jawa Timur. Pagelaran yang telah dilakukan 5 kali sejak tahun 2009 ini disambut dengan antusiasme penggemar jazz domestik maupun mancanegara. Hal ini tidak hanya dapat mengembangkan potensi dan seni dari musik jazz di Indonesia, melainkan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kepariwisataan Indonesia, khususnya bagi masyarakat di daerah Bromo.
Hal inilah yang juga mendasari dukungan yang diberikan BCA kepada acara yang akan digelar pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan air laut ini. “Misi Jazz Gunung untuk meningkatkan perekonomian dan kepariwisataan Indonesia, khususnya bagi masyarakat di daerah Bromo selaras dengan visi BCA sebagai bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.” lanjut Henry.
Dukungan serupa juga kembali ditunjukkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di mana diharapkan dengan acara Jazz Gunung 2014 ini, potensi pariwisata Jawa Timur, khususnya di daerah Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru dapat dikembangkan. Pada tahun ini, diharapkan Jazz Gunung mampu menarik 1.700 pengunjung per harinya.
Sama seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, BCA akan melibatkan para nasabah BCA prioritas untuk hadir dan merasakan sensasi yang berbeda dalam menikmati dan mengapresiasi musik jazz di tanah air.
“Hadirnya nasabah prioritas juga menjadi salah satu langkah BCA untuk menjalin komunikasi dan meningkatkan relasi dengan para nasabah setianya. Diharapkan melalui kegiatan ini komunikasi dua arah antara nasabah dengan BCA dapat terjalin semakin harmonis dan BCA semakin dapat memantapkan diri sebagai bank yang selalu berada di sisi nasabahnya,” demikian tutup Henry.

