Presdir BCA Jahja Setiaatmadja (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan alat operasi katarak kepada Sekretaris Jenderal SPBK Perdami M. Sidik (kedua kanan).
Presdir BCA Jahja Setiaatmadja (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan alat operasi katarak kepada Sekretaris Jenderal SPBK Perdami M. Sidik (kedua kanan).

BCA Sumbang Alat Operasi Katarak ke SPBK Perdami

[sc name="adsensepostbottom"]

Sebagai ungkapan syukur atas pertambahan usia PT Bank Central Asia Tbk (BCA), bank swasta nasional terbesar di Indonesia ini melakukan berbagai rangkaian kegiatan sosial.

Presdir BCA Jahja Setiaatmadja (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan alat operasi katarak kepada Sekretaris Jenderal SPBK Perdami M. Sidik (kedua kanan).
Presdir BCA Jahja Setiaatmadja (tengah) menyerahkan secara simbolis bantuan alat operasi katarak kepada Sekretaris Jenderal SPBK Perdami M. Sidik (kedua kanan).

Melalui program Bakti BCA Solusi Sinergi, BCA baru-baru ini memberikan sumbangan tiga belas (13) alat operasi katarak dan dua (2) alat Biometri kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami). Penyerahan alat operasi katarak dan Biometri  secara simbolis dilakukan oleh Presiden Direktur BCA – Jahja Setiaatmadja kepada Sekretaris Jenderal Perdami – M.Sidik dan disaksikan oleh Sekretaris Perusahaan BCA – Inge Setiawati, Head of CSR BCA – Sapto Rachmadi dan jajaran manajemen Perdami.

“Di usia yang ke-58 ini, BCA ingin memaknainya dengan berbagi kepada sesama. Kami menyadari perkembangan BCA hingga saat inipun harus diikuti dengan perkembangan masyarakat di sekitar kami. Oleh karena itu, dalam sukacita ulang tahun yang ke-58 kami melakukan berbagai rangkaian kegiatan sosial. Hari ini, BCA menyerahkan 13 alat operasi katarak dan 2 alat Biometri secara simbolis kepada SPBK Perdami,” demikian ujar Jahja. Ia melanjutkan bantuan yang diberikan diharapkan mendukung SPBK Perdami dalam mengerjakan misinya menurunkan angka buta katarak di Indonesia.

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Jika sudah parah, selaput katarak dapat menghalangi masuk cahaya secara total sehingga mengakibatkan kebutaan. Selama dua dekade terakhir, sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam rangka penurunan angka kebutaan secara signifikan. Pada tahun 1990-an, angka kebutaan nasional sekitar 1,47 persen, sementara studi validasi Riskesdas Perdami tahun 2013 memperlihatkan angka kebutaan nasional sebesar 0,6 persen.

Keberhasilan penurunan angka tersebut tentu patut disyukuri dan diapresiasi. Hal ini bisa dicapai berkat adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk BCA yang telah menjadi mitra SPBK Perdami untuk menyelenggarakan operasi katarak secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Oleh karena itu, SPBK Perdami bersyukur atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik. Kami juga menyambut dengan sukacita bantuan 13 alat operasi katarak dan 2 alat Biometri yang diserahkan hari ini. Alat-alat ini tentunya akan memudahkan kami untuk melakukan operasi katarak. Semoga kerjasama ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk memerangi kebutaan akibat katarak di Indonesia,” ujar Sekjen Perdami M.Sidik.

Selain menyerahkan 13 alat operasi katarak dan 2 alat Biometri kepada SPBK Perdami, BCA juga mendukung penyelenggaraan operasi katarak gratis di RS Klinik Medika Lestari Ciledug. Kemudian, BCA juga telah meresmikan dan melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Bakti Medika Mangga Dua. Selain itu, BCA juga melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Duri Utara, Jakarta Barat sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah memberi dukungan dan kepercayaan kepada BCA. Selain itu, pengobatan gratis juga diselenggarakan BCA bagi masyarakat kurang mampu di desa binaan BCA di Yogyakarta.

Sesuai dengan tema “Lingkungan” yang diusung dalam ulang tahunnya yang ke-58, BCA juga mengadakan edukasi untuk menjaga lingkungan dalam acara bertajuk ”BCA Green Stage” di Car Free Day Jakarta, penanaman mangrove di Jakarta dan 8 kota lainnya diantaranya Teluk Among, Gresik Tuban Surabaya, Desa Sumber Kima Buleleng Bali dan Bengkunat Pesisir Barat Lampung. “Semuanya kami lakukan untuk membuktikan komitmen kami untuk menjawab kebutuhan nasabah bahkan masyarakat Indonesia.” demikian tutup Presdir BCA -Jahja Setiaatmadja.