Di antara negara-negara di kawasan Eropa, Inggris boleh jadi yang terdepan turut serta menjadi bagian dari industri keuangan syariah. Apalagi setelah menerbitkan sukuk negara di pertengahan 2014. Namun, kini ekonomi syariah juga mulai diminati oleh negara lainnya, yaitu Belgia.

Pada November silam, State Secretary of Brussels-Capital Region, Cecile Jodogne, menyampaikan telah meningkatnya permintaan keuangan syariah di Belgia dan bagaimana hal tersebut bisa menarik arus investasi masuk ke negaranya. Di sisi lain, sebagaimana dilansir dari Islamic Finance News, Senin (2/3), Association of Belgium Muslim Professionals pun telah mengajukan memorandum kepada Kementerian Keuangan Belgia dan regulator terkait agar mempertimbangkan peraturan yang dapat mengakomodasi keuangan syariah.
Sementara, di lini pendidikan ekonomi syariah, Louvain School of Management (LSM) di Université Catholique de Louvain (UCL) juga telah menjalin kerjasama dengan jaringan legal keuangan syariah global ISFIN dan meluncurkan pendidikan diploma keuangan syariah pertama di Benelux (Belgium, Netherlands dan Luxembourg). Kelasnya akan dimulai April 2015. Baca: Menteri Keuangan G20 Bahas Keuangan Syariah
Dalam rilis ISFIN and UCL disebutkan bahwa dalam dekade terakhir ini otoritas dan lembaga Belgia mulai memerhatikan pasar Teluk, Mediterania dan negara-negara Muslim. Ketertarikan akan pasar muslim pun terus berkembang di Eropa. Luxembourg dan Belgium tengah terus berupaya menonjolkan dirinya sebagai aktor keuangan dan ekonomi syariah. Baca Juga: Luxembourg akan Kembali Terbitkan Sukuk
Umat Islam di Belgia hanya sekitar 6 persen dari total populasi sekitar 11,1 juta jiwa. Posisi Belgia yang strategis tak hanya membuatnya bisa menjangkau populasi muslim di negaranya, tetapi juga hingga ke seluruh Eropa. Ibukota Belgia, Brussel, bisa menjadi pintu masuk industri halal bagi 15-20 juta muslim yang tersebar di benua biru.

