Benahi Sentralisasi Data Zakat, Baznas Kembangkan Simba

[sc name="adsensepostbottom"]

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba) untuk membantu dalam pengelolaan zakat nasional. Sebagai langkah awal proyek Simba akan diimplementasikan di lima kabupaten/kota dan tiga provinsi.

baznasManager Teknologi Informasi Baznas, Achmad Setio Adinugroho, mengatakan Simba berperan sebagai sentralisasi data penghimpunan dan penyaluran zakat, serta jumlah mustahik dan muzakki di setiap daerah. Sebelumnya Baznas mengelamai kesulitan dalam mengompilasi penghimpunan, penyaluran zakat serta jumlah mustahik dan muzakki.

“Dengan Simba ini Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) bisa langsung input data ke sana, dan Baznas pusat akan bisa langsung melihatnya. Memang tidak secara mendetail kita tahu setiap muzakki berzakat berapa, tapi Baznas pusat bisa mengetahui secara total keseluruhan penghimpunan zakat di setiap daerah,” jelas Setio, ditemui disela-sela Rapat Kerja Nasional Baznas, Rabu (10/9). Melalui Simba ini, lanjut Setio, Bazda dan Baznas dituntut untuk memberikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Setidaknya ada lima kabupaten/kota dan tiga provinsi yang menjadi pilot project Simba, yaitu Sijunjung, Serang, Sukabumi, Kuningan, Berau, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Pilot project tersebut akan berlangsung hingga Desember 2014 untuk kemudian dievaluasi perkembangannya.

Selain itu, Setio menjelaskan nantinya publik juga akan dapat mengetahui penghimpunan dan penyaluran zakatnya dengan login melalui website Bazda atau Baznas tempatnya menyalurkan zakat. Setiap muzakki yang telah mendapat nomor pokok wajib zakat akan memperoleh password, sehingga akan bisa mengecek sendiri penyaluran zakatnya. Namun kini tahap tersebut masih dalam pengembangan.