Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba) untuk membantu dalam pengelolaan zakat nasional. Sebagai langkah awal proyek Simba akan diimplementasikan di lima kabupaten/kota dan tiga provinsi.

“Dengan Simba ini Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) bisa langsung input data ke sana, dan Baznas pusat akan bisa langsung melihatnya. Memang tidak secara mendetail kita tahu setiap muzakki berzakat berapa, tapi Baznas pusat bisa mengetahui secara total keseluruhan penghimpunan zakat di setiap daerah,” jelas Setio, ditemui disela-sela Rapat Kerja Nasional Baznas, Rabu (10/9). Melalui Simba ini, lanjut Setio, Bazda dan Baznas dituntut untuk memberikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Setidaknya ada lima kabupaten/kota dan tiga provinsi yang menjadi pilot project Simba, yaitu Sijunjung, Serang, Sukabumi, Kuningan, Berau, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Pilot project tersebut akan berlangsung hingga Desember 2014 untuk kemudian dievaluasi perkembangannya.
- Bank Mega Syariah Catatkan Pembiayaan Konsumer Tumbuh 17,7% per Juni 2026
- Synergy Roadshow 2026, BPKH dan Bank Muamalat Sambangi Bandung
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
Selain itu, Setio menjelaskan nantinya publik juga akan dapat mengetahui penghimpunan dan penyaluran zakatnya dengan login melalui website Bazda atau Baznas tempatnya menyalurkan zakat. Setiap muzakki yang telah mendapat nomor pokok wajib zakat akan memperoleh password, sehingga akan bisa mengecek sendiri penyaluran zakatnya. Namun kini tahap tersebut masih dalam pengembangan.

