berita ekonomi syariah untuk petani

Berita Baik Perekonomian Syariah bagi Para Pahlawan Pangan

[sc name="adsensepostbottom"]

berita ekonomi syriah dinanti petaniNaik turunnya perekonomian syariah di dunia merupakan perkembangan ekonomi berbasis tanpa bunga yang sedang diamati para pengamat ekonomi akhir-akhir ini. Berita ekonomi syariah[1]  dalam delapan tahun terakhir tertuju pada nilai saham ekonomi syariah. Dari tahun ke tahun, sistem keuangan yang berbasis syariah semakin prospektif seperti yang dilansir oleh UK Islamic Finance Secretariat, bagian dari TheCityUK Lobby Group bahwa total nilai saham syariah meningkat sebesar 150 persen sejak tahun 2006. Dan, meningkatnya jumlah sistem syariah ini didasarkan juga oleh penyebaran pengguna di suatu negara yang mayoritasnya Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.

Meskipun berita ekonomi syariah ini sedang marak beredar di Indonesia maupun luar negeri, perekonomian tersebut masih awam dipahami oleh masyarakat luas dibandingkan dengan sistem keuangan konvensional. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat masih beranggapan tentang uang nyata dalam keuntungan berbisnis seperti bunga bank. Namun hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh para pemilik agrikultur Indonesia. Ekonomi syariah[2]  justru  membantu memecahkan masalah bagi semua pihak yang berperan dalam bidang pangan dan kekayaan alam ini terutama bagi para petani komoditi ketela.

Bila kita meneliti lebih dalam tentang perbandingan ekonomi konvensional dan syariah, maka para petani akan merasa lebih aman menggunakan sistem syariah. Hal tersebut dikarenakan sistem ekonomi konvensional dapat merugikan mereka seperti yang diungkapkan pihak Universitas Padjadjaran Bandung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Erie Febrian, SE, Mcomm, MBA, PhD, bahwa para petani merasa tidak adil dengan sistem konvensional karena pendapatan mereka setelah panen ketela justru sangat kecil dibandingkan dengan pengeluarannya. Apalagi bila terjadi kendala gangguan alam di saat proses penanaman hingga panen seperti banjir, longsor atau kemarau, risiko gagal panen pun akan besar dan pendapatan mereka akan semakin sedikit. Berbeda dengan sistem konvensional, sistem ekonomi syariah akan ditentukan dari hasil panennya tanpa memikirkan besar kecilnya risiko seperti pada sistem konvensional. Berita ekonomi syariah seperti ini akan meningkatkan pengetahuan baru bagi para masyarakat luas dan para petani khususnya.

Maka dari itu, berita ekonomi syariah[3]  perlu dipahami lebih dalam oleh seluruh lapisan masyarakat agar kelebihan dan kekurangan dari sistem tersebut diketahui secara luas. Tak hanya oleh orang-orang yang berperan di bidang agrikultur, orang-orang yang berkutat di bidangnya masing-masing pun perlu mengetahui sistem keuangan yang berbeda dengan sistem konvensional ini. Meski belum begitu populer dibandingkan ekonomi konvensional dan masih digunakan sebagian kecil masyarakat terutama Muslim, sistem keuangan syariah bila diteliti lebih jauh akan lebih menguntungkan kedua belah pihak atau banyak pihak dibandingkan dengan sistem konvensional yang hanya menguntungkan salah satu pihak dikarenakan sistem syariah berbasis sharing profit atau bagi hasil.

Sumber:
http://www.fe.unpad.ac.id/en/archive-faculty-of-economics-unpad/news/2386-sharia-economics-solves-funding-issues-for-indonesian-agriculture, diakses pada 26 Maret 2014.
http://www.economist.com/blogs/graphicdetail/2012/04/focus-2?zid=315&ah=ee087c5cc3198fc82970cd65083f5281, diakses pada 26 Maret 2014.