Berlari Sambil Beramal via BR4VE

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga zakat Dompet Dhuafa menggelar beragam inovasi program dan acara di bulan Ramadhan 1436 H. Salah satunya adalah berlari sambil beramal melalui program BR4VE.

1 APada Sabtu sore (27/6), Dompet Dhuafa bersama dengan komunitas lari Bintaro Trojan Runners dan Hero mengadakan Bintaro Runs 4 Lovely Environment (BR4VE) di bilangan Bintaro Emerald, Tangerang Selatan. “Gelaran ini mengajak masyarakat untuk berlari sekaligus beramal. Karena dengan mengikuti event ini mereka akan berdonasi untuk program pengadaan air Dompet Dhuafa di Nusa Tenggara Timur yang minim air bersih,” kata Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi dalam siaran pers yang diterima mysharing, akhir pekan lalu.

Yuli menuturkan, selain donasi lewat pendaftaran, dengan perpaduan teknologi memanfaatkan software Phyrunthrophy di ponsel pintar, setiap 1 kilometer (km) jarak yang ditempuh setiap pelari akan bernilai sedekah sebesar Rp 2.000. Jarak tempuh yang dilalui pelari dalam acara ini sejauh 5 kilometer. Baca: Berbagi Itu Tak Hanya Uang

BR4VE sendiri merupakan gelaran kali kedua yang dilaksanakan Dompet Dhuafa dan Bintaro Trojan Runners. Sejak Ramadhan dua tahun yang lalu Dompet Dhuafa selalu melibatkan komunitas olahraga dalam kegiatannya. “Tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya acara diakhiri dengan buka bersama anak yatim. Bersama mereka, kami berbagi kepedulian dan keceriaan bersama,” cetus Yuli.

Selain sebagai ajang penggalangan donasi untuk program lingkungan yang digagas Dompet Dhuafa, BR4VE juga menjadi sebuah jawaban bahwa puasa bukan penghalang bagi para pecinta olahraga lari untuk berlari di bulan Ramadhan. Terlebih apabila berlari dapat memberi manfaat kepada orang banyak lewat donasi. Baca: Zakat dan Wakaf Dalam Keuangan Inklusif

Hal tersebut didukung salah satu ahli pakar dalam bidang puasa, Dr. Mark Mattson, mengatakan bahwa puasa dan aktivitas lari dapat dijalankan bersama-sama. Kepala dari  Laboratory of Neurosciences di National Institute on Aging dan juga seorang Profesor Neuroscience di Universitas Johns Hopkins ini bahkan menyarankannya untuk para pelari profesional.