Jamaah bermunajat untuk pemimpin Muslim Jakarta pada Zikir dan Shalawat untuk Negeri, di acara haul almarhum Presiden Soeharto di Masjid Agung At-Atin, TMII, Jakarta, Sabtu malam (11/3).

Bermunajat untuk Pemimpin Muslim Jakarta!

[sc name="adsensepostbottom"]

Memilih pemimpin Muslim untuk mencari ridho Allah SWT, itu  termasuk taqwa.

Doa-doa untuk kebaikan Jakarta dimunajatkan pada acara Zikir dan Shalawat untuk Negeri,” dalam rangka haul Presiden RI ke-2 almarhum Soeharto, di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, Sabtu malam (11/3).

Jamaah begitu membludak, di dalam ruang utama Masjid Agung At Tin, di lantai atas, pelataran depan, disamping masjid, halaman masjid, di jalan raya hingga area Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Disetiap sudut halaman Masjid At-Atin dipasang layar besar yang dikhususkan untuk jamaah yang berzikir di luar agar bisa melihat dan mendengar para ulama dan habib bertausyiah.  Dengan layar besar yang dipasang di Tugu TMII, para jamaah pun khusu tak beranjak dari duduknya untuk mendengarkan tausyiah para ulama dan habib

Ustad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra memimpin dzikir selepas shalat Magrib. Saat memimpin dzikir, Arifin Ilham mengajak jamaah untuk mendoakan Jakarta. “Selamatkan Jakarta, Indonesia ya Allah, seluruh kaum Muslimin, seluruh generasi. Semoga Jakarta diberkahi pemimpin yang mengajak masyarakatnya untuk bertaqwa menjalankan sunnah Nabi Muhammad,” ujar Arifin dijawab ”Amin dan Allahu Akbar” jamaah.

Arifin juga bermunajat, agar Jakarta dipimpin oleh pemimpin yang shaleh. Bermunajat pula untuk Anies-Sandi yang bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan digelar pada 19 April 2017 mendatang. “Kami ingin pemimpin yang shaleh, ya Allah. Selamatkanlah abang kami Anies-Sandi dari segala fitnah,” ucap Arifin Ilham.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar, dalam tausyiahnya mengatakan, rakyat akan sejahtera jika para pemimpin mempunyai aklak yang mulia.

Menurut Aa Gym demikian sapaannya, Indonesia sedang dilanda krisis ahlak. ”Bukan krisis politik, bukan krisis ekonomi, tapi krisis ahlak. Rakyat akan sejahtera jika para pemimpin berahlak mulia,” ujar Aa Gym.

Untuk itulah dalam doanya, Aa Gym berharap agar Ibu Kota Negara yaitu Jakarta diberkahi dengan pemimpin berahlak mulia. ”Jadikanlah pertemuan ini indahnya Islam di negeri ini. Kanuriakan kepada kami pemimpin yang beriman padaMU ya Allah, pemimpin yang yakin padaMu ya Allah, pemimpin yang amanah yang dapat membimbing kami mengenalMU dan istikomah di jalanMU. Berkahi Ibu Kota negara,  Jakarta ini,” ucap Aa Gym disambut pekik Allahu Akbar jamaah.

Begitu pula, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab dalam tausyiahnya menyampaikan harapan agar Indonesia ke depan dipimpin oleh para pejabat yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Habib Rizieq pun mengajak umat Islam untuk mematuhi arahan para ulama, kiai, habib, dan tokoh-tokoh agama Islam, yakni memilih pemimpin Muslim untuk Jakarta.

“Siap bersatu?! Siap berjuang?! Siap taat kepada ulama?! Siap taat kepada habaib?Siap bertaqwa kepada Allah SWT!” seru Habib Rizieq dengan suama menggema hingga terdengar ke luar Masjid Agung At-Tin, yang serempak dijawab siap dan Allahu Akbar para jamaah. .

Habib Rizieq mengatakan, sejatinya patut diragukan jika ada orang mengaku bertaqwa tapi memilih pemimpin kafir. Terkait, memilih pemimpin seagama adalah melanggar konstitusi, Habib Rizieq menegaskan, dasar negara Indonesia adalah Pancasila dan landasan konstitusionalnya adalah UUD 1945. Dan di pasal 28 dan pasal 29 ayat 2,  ada jaminan dari negara bahwa setiap warga berhak untuk memilih dan menjalankan ajaran agamanya.

“Jadi kalau ada yang mengatakan memilih pemimpin seagama itu melanggar konstitusi. Itu namanya gagal paham. Memilih pemimpin Muslim untuk mencari ridho Allah SWT itu termasuk bagian taqwa,” tegas Habib Rizieq.

Kalau itu tidak kita lakukan, siap-siap Allah SWT akan kirimkan bencana, musibah, malapetaka. Jadi kalau kita ingin Jakarta ini menjadi Madinah  thayyiban mubarakah, Indonesia menjadi aminatun mutmainna. Tidak ada jalan lain, umat Muslim harus bertaqwa kepada  Allah SWT  dengan memilih pemimpin Muslim.

“Setuju tidak?!Yakin! Percaya beriman kepada Allah SWT,” ucap Habib Rizieq dijawab setuju dan pekik Allahu Akbar para jamaah.

Habib Ririeq mengatakan, apa yang ia sampaikan sesuai dengan konstitusi, dan juga sebagai dakwah mensyiarkan perintah Allah SWT. Sehingga, kata dia, dalam urusan seperti ini dirinya tidak bisa dihentikan dengan ancaman, disandera,  dan ditakuti. Karena ini urusan hukum Allah SWT, yang haq katakan haq dan bathil katakan bathil.

“Nggak boleh aqidah kita jual. Walaupun risikonya diteror bahkan harus dibunuh. Ini masalah yang haq dan bathil, tidak bisa ditolerir,” tandas Habib Rizieq.