Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjabarkan kondisi ekonomi Indonesia dalam acara Joint Conference BI dan International Moneter Fund (IMF). Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia mulai mengalami perbaikan.

Ia menegaskan bahwa pengetatan moneter sejak 2013, fundamental ekonomi Indonesia mulai mengalami perbaikan. ”Defisit transaksi berjalan lebih rendah, terjadinya surplus neraca perdagangan dan inflansi yang terkendali,” kata Agus, dalam penjabarannya saat konferensi yang berlangsung di gedung BI, Rabu (2/9).
Agus menilai, perkembangan infrastuktur di berbagai wilayah sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri secara berkelanjutan. Tercatat, pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur pada tahun ini sebesar Rp 290 triliun. Menurutnya, pembangunan proyek-proyek juga harus dilakukan secara hati-hati. “Dukungan investor berdampak pada pembiayaan jangka pendek untuk pembangunan infrastuktur,” ujarnya.
Kembali Agus menjelaskan, bahwa pembiayaan infrastuktur dapat bersumber dari mana saja. Misalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi swasta, dan bisa melakukan skema kerja sama swasta dan pemerintah (pubblic privat partenership/PPP).

