Bidik Pertumbuhan 50 Persen, BAZNAS Siapkan Lima Strategi

[sc name="adsensepostbottom"]

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memproyeksikan penghimpunan zakat nasional dan jumlah muzaki tumbuh 50 persen dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS pun menyiapkan sejumlah rencana strategis.

Ketua Umum BAZNAS, Didin Hafidhuddin, mengatakan masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan zakat. Diantaranya adalah belum meratanya kesadaran dan kepercayaan muzaki untuk membayar zakat melalui lembaga pengelola zakat, belum adanya peta kemiskinan dan database mustahik dan muzaki, belum memadainya infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki BAZNAS Pusat dan Daerah, dan kecilnya dukungan dana APBN dan APBD untuk melakukan sosialisasi, koordinasi, serta dana penunjang operasional organisasi.

Oleh karena itu, Didin memaparkan setidaknya ada lima langkah dan rencana strategis yang diupayakan pihaknya dalam rangka meningkatkan dan optimalisasi pengelolaan zakat di Indonesia. Pertama, memperluas jangkauan dan sasaran sosialisasi zakat kepada seluruh segmen masyarakat di tanah air. Kedua, meningkatkan standar kompetensi dan profesionalisme SDM pengelolaan zakat melalui program pelatihan, terutama Sistem Informasi Manajemen BAZNAS.

Ketiga, mengupayakan pembiayaan APBN dan APBD untuk kelembagaan BAZNAS Pusat dan Daerah melalui mekanisme penganggaran yang aman. Keempat, membangun sistem informasi database mustahik dan muzaki secara menyeluruh, sehingga hasil penghimpunan dan penyaluran dapat dimonitor setiap saat. Kelima, mempertajam fokus program pendayagunaan zakat dalam rangka mewujudkan fungsi zakat sebagai jaminan sosial dan perlindungan human security yang bersifat permanen.