harga bbm

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga, Saat Harga BBM Naik

[sc name="adsensepostbottom"]

Kenaikan harga BBM sepertinya tak terelakkan. Bagaimana strategi keuangan kita guna menyikapi kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut?

harga bbmPemerintahan baru Presiden terpilih Joko Widodo yang akan dilantik sebentar lagi, sudah menyatakan akan segera menaikkan harga BBM bersubsidi. Cepat atau lambat harga BBM bersubsidi memang akan naik, mengingat kian besarnya subsidi BBM yang harus ditanggung oleh pemerintah apabila harga BBM masih seperti yang sekarang.

Kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilakukan tak lama lagi guna mengurangi defisit neraca keuangan Negara yang sudah sangat membengkak itu, tentunya akan mempengaruhi sejumlah harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang diperkirakan akan melambung naik.

Memang tak bisa dipungkiri, efek dari kenaikan BBM ini pada awalnya akan terasa pahit bagi seluruh elemen masyarakat di tanah air. Namun demikian, semoga saja dampak dari kebijakan yang tidak popular dari pemerintahan baru ini, nantinya justru akan berdampak pada kesehteraan rakyat Indonesia yang lebih baik untuk jangka panjang ke depannya.

Tentu saja kenaikan harga BBM bersubsidi sebentar lagi ini adalah sebuah kenyataan yang mau tak mau harus kita hadapi dan juga sikapi. Penyikapan yang bijak dalam strategi perencanaan keuangan, baik bagi mereka yang masih sendiri (single), maupun yang sudah berkeluarga, tentunya harus dilakukan, agar keuangan kita tetap bisa mencukupi kebutuhan hidup yang layak pasca kenaikan harga BBM ini.

Menurut praktisi perencana keuangan – Mike Rini Sutikno, guna mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan diberlakukan sebentar lagi ini, maka hal paling urgent dilakukan adalah kita harus melakukan penghematan atau efisiensi. “Namun penghematan itu saja tidak cukup. Karena kenaikan harga BBM bersubsidi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung sampai pada batas kenaikan, dimana sudah tidak membebani lagi Neraca Pemerintah,” ujar Mike kepada mysharing di Jakarta baru-baru ini.

Nah, guna mengantisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi yang masih akan berlangsung terus itu, menurut Mike, langkah yang diperlukan selain melakukan penghematan adalah, kita juga harus bisa menciptakan sumber-sumber pendapatan baru, selain sumber pendapatan yang reguler. “Kita bisa kreatif menciptakan usaha sampingan, yang penting bisa menambah income,” tandasnya.

Lebih lanjut menurut Mike, bahwa penghematan yang harus dilakukan di atas, jangan disalahartikan sebagai pemotongan biaya. Namun penghematan itu bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan setiap nilai rupiah yang akan kita keluarkan. “Kalau dahulu kita bayar 100, lalu dapat 100. Maka dengan penghematan, kita bayarnya hanya 80, tapi tetap mendapat manfaat 100. Artinya kita bisa menyiasati mengeluarkan biaya yang lebih sedikit, untuk manfaat yang sama,” papar Mike.