Ada beberapa bisnis sosial yang dibangun mandiri oleh Grameen. Tetapi ada pula sejumlah bisnis sosial yang dibangun adalah bersama dengan perusahaan multinasional. Grameen bekerja sama dengan Danone membuat yogurt untuk mengatasi kekurangan gizi, dan menjualnya dengan harga terjangkau. Yogurt ini diperkuat dengan mikronutrien yang hilang dari sebagian besar makanan yang dikonsumsi anak-anak, sehingga dengan memakan yogurt tersebut anak-anak bisa mendapatkan gizi yang hilang sebelumnya.
Bisnis sosial lainnya adalah Grameen Veolia Water, bekerja sama dengan perusahaan Prancis untuk penyediaan air minum yang bersih dan berkualitas. Ada pula dengan perusahaan Jerman bernama BASF untuk pembuatan kelambu antinyamuk. Hingga kerja sama dengan perusahaan sepatu Adidas dengan membentuk Grameen Adidas untuk penyediaan sepatu seharga di bawah 1 euro.
Bisnis sosial ini memiliki inti bahwa tujuan bisnis adalah untuk mengatasi kemiskinan, bukan memaksimalkan keuntungan. Kesuksesan suatu bisnis sosial pun tidak diukur berdasar keuntungan yang diperoleh, tetapi seberapa besar bisnis tersebut mampu memecahkan masalah sosial. Salah satu hal yang menjadi inti dalam menjalankan bisnis sosial, yang disampaikan Yunus dalam bukunya, adalah Dikerjakan dengan Senang Hati!!!. Dengan demikian mimpi dunia bebas kemiskinan perlahan dapat terwujud. “So that we can put poverty in museum,” tutup Yunus.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026

